
Pantau - Indonesia telah menyelesaikan pembayaran penuh kontribusi iuran sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di tengah kondisi keuangan organisasi tersebut yang sedang memprihatinkan.
Indonesia Bayar Penuh, Kemlu Serukan Tanggung Jawab Kolektif
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Yvonne Mewengkang, menyampaikan bahwa Indonesia telah menunaikan kewajiban secara penuh kepada PBB.
"Kita telah melaksanakan kewajiban kita, kontribusi kita terhadap PBB itu telah kita bayarkan secara full," ungkapnya di Jakarta.
Pemerintah Indonesia juga mendorong negara-negara anggota lainnya untuk segera memenuhi kewajiban iuran mereka, guna menjaga keberlangsungan fungsi organisasi internasional tersebut.
Sekjen PBB Kirim Surat Terkait Krisis Keuangan
Sebelumnya, pada 28 Januari, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengirim surat kepada seluruh negara anggota, termasuk Indonesia, terkait situasi keuangan serius yang sedang dihadapi PBB.
Dalam surat yang disebut "cukup panjang" tersebut, Guterres mengimbau negara-negara yang belum membayar iuran agar segera memberikan kontribusi.
Pada 30 Januari, dilaporkan bahwa Guterres memperingatkan kondisi keuangan PBB dalam keadaan memprihatinkan akibat tunggakan dari sejumlah negara anggota.
Juru bicara Sekjen PBB, Farhan Haq, menyatakan bahwa PBB kini tidak memiliki cadangan kas dan likuiditas yang cukup untuk menjalankan fungsinya sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
Dampak Global Jika Iuran Tidak Segera Dibayar
Situasi keuangan ini dapat berdampak pada kinerja program-program PBB di berbagai bidang, termasuk perdamaian, kemanusiaan, dan pembangunan berkelanjutan.
Indonesia menegaskan pentingnya solidaritas antarnegara anggota demi menjaga stabilitas dan efektivitas kerja PBB ke depan.
- Penulis :
- Leon Weldrick





