
Pantau - Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko mengirim tim konselor psikologi untuk mendampingi keluarga, khususnya orang tua, dari siswa kelas IV SD yang meninggal akibat bunuh diri di Kabupaten Ngada.
Tim telah berangkat ke Kabupaten Ngada pada Rabu dan langsung memberikan pendampingan serta penguatan kepada keluarga korban di Karadhara, Desa Nenowea, Kecamatan Jerubuu.
Pernyataan tersebut disampaikan Kapolda NTT di sela-sela acara syukuran peresmian Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda NTT di Kupang.
Pendampingan Psikologis hingga 8 Februari
Tim pendamping terdiri dari Kabag Psikologi Biro SDM Polda NTT Kompol Dwi Chrismawan, Kasubbag Psipol Kompol Prasetyo Dwi Laksono, dan Bamin Bagian Psikologi Bripda Yoseph Alexander Rewo.
Konseling dan pendampingan direncanakan berlangsung mulai Rabu 4 Februari hingga Minggu 8 Februari 2026.
Selama masa tugas tersebut, tim melakukan pembinaan dan pendampingan mental kepada keluarga korban di Karadhara, Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada.
Kasus Menjadi Perhatian Serius Kepolisian
Kapolda NTT menegaskan bahwa kasus bunuh diri siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada menjadi perhatian serius kepolisian.
Pascakejadian, ia memerintahkan Kapolres Ngada AKBP Andrey Valentino untuk menemui keluarga korban secara langsung.
Melalui Kapolres Ngada, Polda NTT menyalurkan bantuan material sekaligus dukungan moril kepada keluarga.
Terkait motif, Rudi Darmoko menyatakan bahwa penyebab utama sementara diduga karena masalah ekonomi, namun masih terus didalami.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan olah tempat kejadian perkara, korban diduga bertindak karena kekecewaan yang berkaitan dengan kondisi ekonomi.
Sebelumnya, korban ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung di pohon cengkeh pada Kamis 29 Januari 2026 di Karadhara, Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada.
- Penulis :
- Aditya Yohan







