
Pantau - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira meminta agar kasus bocah kelas IV SD yang mengakhiri hidupnya di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak terulang kembali dan ditangani secara serius oleh seluruh pihak terkait.
Ia menyampaikan hal tersebut merespons peristiwa yang terjadi pada Kamis, 29 Januari 2026, di Karadhara, Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada.
Menurutnya, meskipun negara belum mampu mengentaskan kemiskinan secara total, keluarga dan lembaga masyarakat seharusnya ikut bertanggung jawab terhadap kondisi yang dialami anak-anak.
Dorongan Penyelidikan dan Pendampingan Keluarga
Andreas menilai kasus tersebut sangat memilukan bagi siapa pun yang memiliki hati nurani.
Ia meminta kepolisian menyelidiki secara tuntas dan menjelaskan penyebab terjadinya kasus tersebut.
Pemerintah daerah juga diminta menangani keluarga korban secara serius dan berkelanjutan.
"Semoga dari peristiwa kita semua di bangsa ini, di masyarakat ini sadar, sehingga tidak terjadi lagi," ungkapnya.
Menurut Andreas, peristiwa ini menjadi tamparan karena korban diduga merasa putus asa serta kehilangan perhatian dan kasih sayang.
"Tanggung jawab sosial kita seharusnya terusik untuk menjadi tumpuan menyelamatkan generasi anak-anak ini untuk tumbuh dewasa," tegasnya.
Latar Belakang Sosial Ekonomi dan Perlindungan Anak
Korban diketahui meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya berinisial MGT yang berusia 47 tahun.
Korban tinggal bersama neneknya karena ibunya merupakan orang tua tunggal yang bekerja sebagai petani dan pekerja serabutan.
Ibu korban harus mengurus lima orang anak, termasuk korban yang telah meninggal dunia.
Kasus ini dikaitkan dengan kondisi ekonomi keluarga yang berat dan minimnya dukungan sosial.
Komisi XIII DPR menilai peristiwa ini harus menjadi pelajaran bagi pemerintah, masyarakat, dan lembaga sosial.
DPR menekankan perlunya perhatian lebih terhadap kesejahteraan anak, terutama di daerah terpencil dan miskin.
Kasus ini juga menunjukkan pentingnya penguatan perlindungan anak dan dukungan psikososial di tingkat daerah.
- Penulis :
- Aditya Yohan







