Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Program PKK Cetak Juru Las Profesional, Gandeng Industri dan Seleksi Ketat

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Program PKK Cetak Juru Las Profesional, Gandeng Industri dan Seleksi Ketat
Foto: Peserta program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) Kemendikdasemen yang berkolaborasi dengan pelaku industri untuk membina dan mencetak tenaga vokasional, khususnya dalam bidang juru las profesional (sumber: Humas Kemendikdasmen)

Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan bahwa program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) telah berhasil mencetak tenaga vokasional, khususnya juru las (welder) profesional, melalui kerja sama dengan pelaku industri.

Program ini menyasar Anak Tidak Sekolah (ATS) berusia 17–25 tahun sebagai bagian dari komitmen pemerintah menyediakan layanan pendidikan bermutu bagi semua lapisan masyarakat.

Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, Yaya Sutarya, menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan industri dalam proses pendidikan vokasi.

“Kemendikdasmen turut menyampaikan apresiasi kepada PT IKI yang siap menjadi ekosistem untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bidang pengelasan yang telah dipelajari oleh murid magang,” ungkapnya.

Pilar Kesuksesan Program: Pelatihan, Kolaborasi, dan Disiplin

Yaya menambahkan bahwa keberhasilan program magang PKK bertumpu pada tiga pilar fundamental, yakni kualitas pelatihan, kolaborasi, dan disiplin murid magang.

Ia menegaskan pentingnya keharmonisan antar pilar tersebut.

“Tanpa ketiga elemen yang berjalan harmonis, program PKK Kemendikdasmen hanya akan menjadi slogan kosong,” ia mengungkapkan.

Plt. Direktur Umum PT IKI, Suhan Ikhsan, menyatakan kesiapan industri untuk membina serta meningkatkan kompetensi peserta magang.

“Saat ini, industri galangan kapal di Indonesia sangat membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten utamanya di bidang pengelasan. Selama magang, jalani instruksi dengan baik, patuhi peraturan keselamatan kerja, niscaya kalian akan menjadi welder (juru las) profesional,” katanya.

Seleksi Ketat dan Fasilitas Penunjang Peserta Magang

Direktur Inlastek Welding Institute, Bramono Pandupradityo, menyampaikan bahwa peserta telah mengikuti proses pelatihan sejak Oktober hingga Desember 2025 melalui program PKK Platinum 2025 dengan total 350 jam pelajaran.

“Lembaga kursus kami yang berpusat di Kota Surakarta melakukan seleksi yang ketat terhadap calon penerima manfaat program (PKK). Seluruh murid telah mendalami materi Shielded Metal Arc Welding (SMAW) 6G yang sesuai kebutuhan industri tujuan magang,” ujarnya.

Program magang akan berlangsung selama enam bulan, dimulai pada 2 Februari hingga akhir Juni 2026.

Selain pelatihan, peserta juga mendapatkan fasilitas penunjang dari industri mitra.

“Selama magang murid telah disediakan tempat tinggal sementara oleh PT IKI dan akan mendapatkan insentif per bulan sekitar Rp2.500.000,” tambah Bramono.

Penulis :
Leon Weldrick