
Pantau - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa digitalisasi tidak boleh berhenti pada pembangunan sistem semata, tetapi harus memberikan dampak langsung bagi kehidupan masyarakat, khususnya dalam mempercepat pengentasan kemiskinan.
Komitmen Kolaborasi untuk Akselerasi Pengentasan Kemiskinan
Meutya menyatakan kesiapan Kementerian Komunikasi dan Digital untuk berkolaborasi dengan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) karena isu ini menjadi salah satu perhatian utama Presiden.
"Program-program prioritas harus dipilih dengan cermat agar langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ungkapnya dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kemkomdigi dan BP Taskin yang bertajuk Sinergitas Program Bidang Percepatan Pengentasan Kemiskinan dengan Bidang Komunikasi dan Informasi, di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat, pada Rabu (4/2).
Pemerintah saat ini sedang menyiapkan sistem digital terintegrasi untuk memastikan bahwa bantuan sosial dan program pemberdayaan ekonomi dapat tepat sasaran dan diterima oleh warga miskin yang berhak.
Sistem ini juga diharapkan dapat membuka akses usaha dan sumber pendapatan baru bagi kelompok rentan melalui pemanfaatan teknologi digital.
Kerja sama ini akan berfokus pada dua hal utama, yaitu peningkatan akurasi penyaluran bantuan serta penguatan kemandirian ekonomi masyarakat miskin.
Sentralisasi Digitalisasi sebagai Kunci Efektivitas Program
Meutya menilai bahwa kolaborasi lintas kementerian dan lembaga menjadi syarat utama dalam mempercepat pengentasan kemiskinan, terutama dengan memanfaatkan sistem digital terintegrasi dalam pemerintahan.
"Digitalisasi adalah fondasi penting agar program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran," ia mengungkapkan.
Ia menambahkan bahwa dalam konteks sentralisasi digitalisasi pemerintahan, pintu utama ada di Kemkomdigi dan kolaborasi lintas kementerian pasti diperlukan.
Tak hanya fokus pada pembangunan sistem, Kemkomdigi juga akan menguatkan kapasitas masyarakat agar dapat memanfaatkan teknologi secara produktif.
Sementara itu, Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko menyampaikan bahwa sektor digital memiliki peran strategis dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Akses terhadap teknologi digital membuka peluang ekonomi baru, khususnya bagi masyarakat akar rumput," ujarnya.
Budiman juga memperkenalkan program inisiatif BP Taskin bernama SITASKIN (Sinergi Percepatan Pengentasan Kemiskinan) yang menggunakan pendekatan berdata, berdana, dan berdaya.
Melalui skema ini, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi dari aktivitas sosial yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan komunitas sekitarnya.
"Orang yang telah berkontribusi dengan baik mendapatkan Poin Amal Sosial yang bisa ditukar di dalam komunitasnya," jelas Budiman.
Ia berharap Kemkomdigi dapat mendukung penyediaan teknologi agar program SITASKIN berjalan lebih efektif dan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat.
- Penulis :
- Leon Weldrick







