
Pantau - Polda Sumatera Utara menyatakan bahwa pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 efektif meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas, dengan pendekatan yang mengedepankan edukasi dan penggunaan teknologi.
Penurunan Kecelakaan dan Peningkatan Penegakan Digital
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Polisi Ferry Walintukan, menegaskan bahwa operasi ini bertujuan membangun kesadaran kolektif, bukan sekadar penindakan.
"Kami mengedepankan pendekatan humanis dalam operasi tersebut, mengutamakan edukasi dan imbauan kepada pengguna jalan agar disiplin berlalu lintas," ujarnya.
Data sementara hingga hari ketiga menunjukkan hasil signifikan:
- Kecelakaan lalu lintas turun 44,7%, dari 38 kasus (2025) menjadi 21 kasus (2026)
- Pelanggaran lalu lintas turun 24%
Penindakan berbasis ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) meningkat dari 77 kasus (2025) menjadi 242 kasus (2026)
Ferry menyebut lonjakan angka ETLE menunjukkan pemanfaatan teknologi untuk penegakan hukum yang lebih transparan dan akuntabel.
2.023 Personel Dikerahkan, Operasi Berlangsung 14 Hari
Operasi ini berlangsung selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dengan melibatkan total 2.023 personel, terdiri dari:
- 100 personel Polda Sumut
- 1.923 personel dari seluruh jajaran Polres di Sumatera Utara
Rangkaian kegiatan dalam Operasi Toba 2026 meliputi:
- Sosialisasi keselamatan berlalu lintas
- Safety riding bagi pengendara
- Pemeriksaan kelengkapan kendaraan
- Ramp check terhadap angkutan umum
Penindakan terhadap pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan
Ferry berharap, melalui operasi ini, kondisi lalu lintas di Sumatera Utara dapat tetap aman dan tertib secara berkelanjutan.
Operasi Toba 2026 mencerminkan sinergi antara penegakan hukum, edukasi publik, dan penerapan teknologi sebagai fondasi menciptakan budaya lalu lintas yang disiplin dan aman di masyarakat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







