
Pantau - Presiden Kelima RI sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengusulkan Perserikatan Bangsa-Bangsa segera merumuskan hukum internasional untuk mengatur Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan.
Usulan tersebut disampaikan Megawati dalam diskusi meja bundar Zayed Award for Human Fraternity Roundtable 2026 yang berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada Kamis malam waktu setempat.
Informasi tersebut disampaikan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta pada Kamis malam.
Dorongan Regulasi Global Artificial Intelligence
Megawati meminta PBB melihat perkembangan AI secara serius dan segera merumuskan hukum internasional yang mengikat.
"Nah saya mengatakan di dalam diskusi kami itu ya seharusnya, menurut saya, PBB itu sebagai Perserikatan Bangsa-Bangsa juga mesti melihat sikon situasi dan kondisi ini. Dengan demikian tentunya ada perlindungan melalui hukum internasional, di mana yang namanya AI itu tidak bisa bekerja seperti sekarang ini tanpa regulasi ketat," ungkap Megawati.
Megawati mengakui bahwa teknologi AI memiliki banyak manfaat bagi manusia.
Namun, ia menyuarakan kekhawatiran mendalam apabila AI dibiarkan berkembang tanpa payung hukum yang jelas.
"Bagus, tetapi yang sangat dikhawatirkan kalau tidak ada sebuah perlindungan yang nyata, tentunya artinya itu harus melalui masalah hukum, maka takutnya itu malah bisa menjadi merusak," ujarnya.
Kekhawatiran Deepfake dan Tanggung Jawab Hukum
Megawati memberikan contoh konkret bahaya manipulasi digital melalui teknologi deepfake yang semakin mudah dilakukan.
Ia menilai rekayasa visual dan suara dapat menimbulkan kebingungan publik terkait kebenaran suatu peristiwa.
"Sebagai contoh, kan umpamanya siapa yang akan bertanggung jawab kalau ada sebuah sekarang gampang sekali artificial kan. Jadi ternyata dipikir ada orang A itu yang berbicara padahal tidak," katanya.
Megawati menyatakan rasa syukurnya karena pandangan tersebut mendapat respons positif dari para tokoh dunia yang hadir dalam forum.
"Dan tanggapan yang diterima itu saya merasa bersyukur bahwa ternyata mereka pun mengatakan seperti demikian. Karena tentu saja masalah teknologi ini, menurut banyak yang dari mereka mengatakan, bagaimana itu akan merupakan bagian dari masa depan kita, dan tentunya berarti masa depan dunia," ujarnya.
Megawati menekankan pentingnya pergerakan kolektif yang lebih masif untuk menjamin masa depan generasi penerus.
"Dan saya sangat merasa dan saya mengatakan bahwa seharusnya kita lebih baik, lebih banyak bergerak untuk masa depan anak-anak kita. Sudah mulai harus dirancang dari saat sekarang ini," ungkapnya.
Saat berbincang dengan media, Megawati didampingi Ketua DPP PDIP M Prananda Prabowo dan istrinya Nancy Prananda.
Turut hadir Duta Besar RI untuk Uni Emirat Arab Judha Nugraha, Duta Besar RI untuk Tunisia Zuhairi Misrawi, serta Ketua DPP PDIP Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah.
- Penulis :
- Aditya Yohan








