Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Mendikdasmen Ajak Sekolah Terapkan Program Indonesia ASRI demi Lingkungan Belajar yang Aman dan Sehat

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Mendikdasmen Ajak Sekolah Terapkan Program Indonesia ASRI demi Lingkungan Belajar yang Aman dan Sehat
Foto: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di Jakarta pada Senin (9/2/2026) mengajak satuan pendidikan untuk menerapkan program nasional Indonesia yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang baru saja dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto (sumber: Humas Kemendikdasmen)

Pantau - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengajak seluruh satuan pendidikan di Indonesia untuk menerapkan program nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai bagian dari pembentukan lingkungan belajar yang mendukung kualitas pendidikan.

Program ASRI ini merupakan inisiatif nasional yang baru saja dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik secara menyeluruh.

Sekolah sebagai Ruang Pembiasaan Nilai ASRI

Abdul Mu’ti menekankan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai ASRI sejak dini kepada peserta didik.

Menurutnya, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan keberanian intelektual, ketangguhan spiritual, dan kepekaan sosial.

"Sekolah yang aman dan nyaman juga harus menjadi sekolah yang asri. Lingkungan yang bersih, sehat, sejuk, dan tertata akan mendukung suasana belajar yang menyenangkan sekaligus membentuk kebiasaan hidup tertib dan bertanggung jawab pada peserta didik," ungkapnya.

Mu’ti menjelaskan bahwa pembiasaan menjaga kebersihan, pengelolaan sampah, pengurangan penggunaan plastik, serta penciptaan ruang kelas yang nyaman dan tidak pengap harus menjadi bagian dari rutinitas sekolah.

Keamanan Intelektual, Spiritual, dan Sosial

Dalam pemaparannya, Mu’ti menyampaikan bahwa keamanan tidak hanya terkait fisik, tetapi juga mencakup aspek intelektual, spiritual, dan sosial.

"Sekolah yang aman adalah sekolah dimana anak-anak merasa tenang untuk belajar, berani menyampaikan pendapat, dan tidak takut melakukan kesalahan. Keberanian intelektual ini penting agar rasa ingin tahu anak-anak tetap tumbuh dan difasilitasi," ia mengungkapkan.

Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya pendampingan nilai keimanan dan moral yang dilakukan secara berkelanjutan melalui keteladanan dan pembiasaan, bukan sekadar hafalan.

Ia menambahkan bahwa aspek keamanan sosial juga penting, khususnya dalam menekan angka perundungan di sekolah.

Mu’ti menilai bahwa budaya saling menghormati, empati, dan tanggung jawab bersama perlu terus dikembangkan agar lingkungan sekolah benar-benar menjadi ruang tumbuh yang aman dan nyaman bagi semua peserta didik.

Ia menyampaikan bahwa ikrar yang dibacakan rutin oleh siswa dan guru juga berperan penting dalam membentuk kedisiplinan dan rasa tanggung jawab.

"Ikrar yang tadi dibacakan itu luar biasa dan mendukung program kami, terutama terkait larangan merokok. Ini bisa menjadi contoh nasional, sekolah model tingkat nasional dimana ribuan peserta didiknya tidak ada satu pun yang merokok," kata Abdul Mu’ti.

Penulis :
Leon Weldrick