
Pantau - Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri dalam mendukung penuh program kerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, terutama pada sektor swasembada pangan, energi, dan hilirisasi.
Ia menyampaikan hal tersebut usai menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) Polri 2026 yang digelar di kawasan Jakarta Timur pada hari Selasa.
"Polri memiliki komitmen untuk mendukung dan mengawal penuh program kerja pemerintah, khususnya di bidang swasembada pangan, swasembada energi, dan juga hilirisasi, dan program-program lain yang tercatat dalam program prioritas di rencana kerja pemerintah," ungkapnya.
Kapolri menambahkan bahwa dukungan Polri bertujuan menciptakan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang dinilai penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia juga berharap kolaborasi yang kuat antara Polri dan pemerintah dapat memperkuat kedaulatan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Apresiasi Pemerintah terhadap Peran Polri di Sektor Pangan
Dalam acara yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyampaikan apresiasinya atas dukungan Polri terhadap berbagai program pemerintah di bidang swasembada pangan dan pengawasan harga pangan.
"(Atas) dukungan Polri, kami terima kasih banyak, mulai dari tingkat kabupaten di Polres, Polda, sampai di pusat," ia mengungkapkan.
Zulhas menjelaskan bahwa pada awal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Badan Gizi Nasional (BGN) mengalami kesulitan dalam pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Namun, dengan dukungan Polri, pembangunan dapur SPPG dapat terealisasi di berbagai daerah.
"Polri dapurnya terbaik. Saya ke mana-mana ke daerah, saya selalu berkunjung, dan dapur yang SP-nya (Satuan Pelayanan) Polri termasuk yang terbaik," ujar Zulhas.
Ia juga menuturkan bahwa Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menghadapi tantangan dalam penetapan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram.
Zulhas kemudian mengundang Kapolri untuk hadir dalam rapat di Kemenko Pangan guna membantu menyelesaikan persoalan tersebut.
"Kami atur jadwal, Pak Kapolri datang karena kalau Kapolri tampil, polisi tampil, ngomong sedikit, terus langsung biasanya di bawah itu, yang biasa tengkulak-tengkulak, terus reda," tuturnya.
Setelah kehadiran Polri, harga gabah kembali sesuai dengan HPP yang telah ditetapkan pemerintah.
"Itu juga atas dukungan Polri. Oleh karena itu, kami ucapkan terima kasih," ujarnya menutup pernyataan.
- Penulis :
- Shila Glorya








