
Pantau - BMKG menyatakan sirkulasi siklonik yang terpantau di Samudra Hindia barat Pulau Sumatera memicu peningkatan potensi hujan di berbagai wilayah Indonesia pada Kamis.
Prakirawan BMKG Mifta Ali menyampaikan, “Sirkulasi siklonik yang terpantau di Samudra Hindia barat Pulau Sumatera memicu peningkatan potensi hujan di berbagai wilayah Indonesia pada Kamis,” dalam siaran daring yang diikuti di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.
BMKG menyebut terdapat dua sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Pulau Sumatera yang membentuk daerah konvergensi memanjang dari barat Sumatera Utara hingga barat daya Aceh serta dari barat daya Lampung hingga barat daya Banten.
BMKG juga menyatakan daerah konvergensi dan konfluensi angin terpantau di sebagian besar wilayah Indonesia sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, terutama di sekitar pusat sirkulasi dan sepanjang jalur pertemuan massa udara.
BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir, genangan, dan tanah longsor.
BMKG menyebut wilayah yang berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Kepulauan Bangka Belitung, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Utara, Maluku Utara, dan Papua Tengah.
BMKG memprakirakan hujan sedang berpeluang terjadi di Palembang, Surabaya, dan Tanjung Selor.
BMKG memprakirakan hujan ringan berpeluang terjadi di Medan, Batam, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Serang, Jakarta, dan Bandung.
Untuk wilayah timur Indonesia, BMKG memprakirakan hujan petir berpotensi terjadi di Denpasar, Mataram, Kupang, Mamuju, Merauke, dan Merauke.
BMKG memprakirakan hujan sedang berpotensi terjadi di Makassar, Nabire, dan Kendari.
BMKG memprakirakan hujan ringan berpotensi terjadi di Manado, Palu, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura, dan Wamena.
BMKG menyebut Gorontalo berpotensi berawan tebal.
- Penulis :
- Aditya Yohan







