
Pantau - Pemerintah terus mempercepat perbaikan infrastruktur publik di wilayah Sumatera yang terdampak bencana sebagai bagian dari upaya pemulihan berkelanjutan, seiring aktivitas sosial dan pembelajaran yang mulai berangsur normal.
Tim Media Presiden melaporkan aktivitas sosial dan pembelajaran di wilayah terdampak telah kembali berjalan meski upaya pembersihan dan perbaikan fasilitas umum tetap dilakukan.
Prajurit Tentara Nasional Indonesia di berbagai daerah terdampak menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, dan gerobak untuk membersihkan lumpur sisa banjir.
Selain pembersihan lumpur, personel TNI juga melakukan pengecatan serta perbaikan bangunan yang rusak akibat banjir di sejumlah titik.
Kegiatan pemulihan dilakukan di sekolah, balai pengajian, rumah ibadah, serta berbagai fasilitas publik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Di Kabupaten Pidie Jaya, personel TNI melakukan pengecatan fasilitas pendidikan serta pembersihan balai meunasah dan balai pengajian agar kembali nyaman digunakan warga.
Di Aceh Tamiang, pembersihan sekolah dasar dan menengah dilakukan untuk mendukung keberlanjutan proses belajar mengajar termasuk di SDN Benua Raja dan SMPN 3 Kejuruan Muda di Kecamatan Rantau.
Di wilayah Sumatera Utara, pemulihan menyasar sekolah, pasar desa, dan rumah ibadah lintas agama.
Di Desa Hutagodang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, pembersihan dilakukan di madrasah ibtidaiyah dan sekolah dasar.
Pembersihan gereja dan masjid di Desa Hutagodang serta Desa Aek Ngadol, Kecamatan Batangtoru, dilakukan secara gotong royong oleh personel TNI dan masyarakat.
Perbaikan infrastruktur tidak hanya berfokus pada bangunan fisik tetapi juga pada pemulihan ruang sosial masyarakat.
Sekolah, tempat ibadah, pasar, dan balai desa dipandang sebagai pusat interaksi, pembelajaran, serta penguatan nilai kebersamaan warga.
Pemerintah menegaskan pemulihan pascabencana tidak berhenti ketika kondisi mulai stabil melainkan terus dilakukan agar kehidupan sosial masyarakat berjalan lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan.
- Penulis :
- Aditya Yohan







