Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

MCK Komunal di Manggarai Rampung Direvitalisasi, Limbah Kini Tak Lagi Dibuang ke Sungai

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

MCK Komunal di Manggarai Rampung Direvitalisasi, Limbah Kini Tak Lagi Dibuang ke Sungai
Foto: (Sumber: Fasilitas MCK Komunal di RT 14, RW 09 Kelurahan Manggarai, Jakarta Selatan, yang rampung direvitalisasi dan merupakan kolaborasi antara Perumda Paljaya dan PAM Jaya. ANTARA/Lia Wanadriani Santosa.)

Pantau - Perumda Paljaya merampungkan revitalisasi fasilitas mandi cuci kakus komunal di RT 14 dan RT 15 RW 09 Kelurahan Manggarai, Jakarta Selatan, sehingga limbah tidak lagi dibuang ke sungai atau kali.

Direktur Utama Perumda Paljaya Untung Suryadi menjelaskan MCK di RT 14 telah terhubung dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Setiabudi.

"Untuk RT 14, kami menanam pipa (sepanjang 200 meter)," ujarnya.

Ia menyebut sebelumnya limbah MCK dibuang langsung ke kali atau sungai dan kini seluruhnya dialirkan ke IPAL Setiabudi.

"Diolah di situ," katanya.

Sistem Biopal untuk Wilayah Belum Terjangkau Pipa

Untuk MCK di RT 15 yang belum terjangkau jaringan perpipaan, Paljaya melakukan perbaikan tangki septik Biopal yang berfungsi sebagai IPAL mini.

"Jadi, kami menanam Biopal. Nanti pada periode tertentu, maksimal tiga tahun kami sedot," ungkap Untung.

Proses revitalisasi berlangsung selama dua bulan dan menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan hasil kolaborasi Perumda Paljaya dan PAM Jaya.

Fasilitas MCK komunal tersebut dapat dimanfaatkan sekitar 90 hingga 100 orang.

Untung berharap fasilitas tersebut mendukung perilaku hidup bersih dan sehat serta meminta warga turut merawatnya.

"Pemasangan MCK biayanya Rp10 ribu, kemudian biaya bulanannya Rp7 ribu untuk 1 MCK yang dipakai 90 orang," ujarnya.

"Karena kalau gratis pasti enggak bertanggung jawab. Nanti ujungnya adalah jadi monumen," tambahnya.

Kolaborasi dan Harapan Sungai Lebih Bersih

Revitalisasi ini merupakan yang pertama dilakukan Paljaya pada tahun 2026 bekerja sama dengan PAM Jaya.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh menyampaikan permintaan revitalisasi telah ada sejak 2023 karena warga mengeluhkan kondisi MCK yang tidak berfungsi optimal.

"Saya menyampaikan usulan saya ke Paljaya, PAM Jaya terkait bagaimana kita revitalisasi sama-sama (MCK). Alhamdulillah dalam beberapa waktu sudah dikerjakan Paljaya dan PAM Jaya," tuturnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara warga, BUMD, dan perangkat wilayah dalam mencari solusi atas persoalan masyarakat.

"Saya berharap 10 tahun ke depan kita lihat kali atau sungai kita sudah bening. Tentu ini yang perlu kita kerja keras semuanya," katanya.

Penulis :
Aditya Yohan