
Pantau - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memprioritaskan sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dalam program revitalisasi nasional.
Ia menilai penambahan target revitalisasi dari 11.700 sekolah menjadi 71.700 sekolah merupakan langkah positif namun harus berbasis pada pemetaan kebutuhan yang objektif dan transparan.
"Penambahan target menjadi 71.700 sekolah adalah langkah positif. Namun, pelaksanaannya harus berbasis pada pemetaan kebutuhan yang objektif dan transparan. Sekolah-sekolah di wilayah 3T harus ditempatkan sebagai prioritas utama, karena di sanalah kesenjangan pendidikan paling nyata terjadi," ujar Lalu di Jakarta, Jumat.
Lalu menegaskan dukungan terhadap penambahan target tersebut dengan catatan sekolah di wilayah 3T yang kondisinya paling memprihatinkan harus menjadi prioritas utama.
Infrastruktur Rusak dan Hak Dasar Pendidikan
Ia menilai kondisi infrastruktur pendidikan yang rusak menyangkut hak dasar anak-anak Indonesia untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan aman.
Lalu mencontohkan kondisi SMPN 48 Sa Ate Gaikiu di Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, yang memiliki dinding kayu, atap jebol, serta lantai tanah.
"Bagaimana mungkin kita berbicara tentang peningkatan kualitas sumber daya manusia jika ruang kelas tempat anak-anak belajar masih berlantaikan tanah dan beratap bocor? Ini bukan hanya soal fasilitas, tapi soal keadilan pendidikan," ujarnya.
Berdasarkan data Kemendikdasmen tahun ajaran 2024/2025, terdapat sekitar 1,18 juta ruang kelas SD di Indonesia dengan 60,3 persen dalam kondisi rusak.
Pada jenjang SMP, hanya 50,33 persen ruang kelas dalam kondisi baik sementara 24,73 persen rusak ringan, 17,96 persen rusak sedang, dan 6,97 persen rusak berat.
Pengawasan dan Sinergi Pusat-Daerah
Lalu meminta pemerintah pusat bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat pendataan dan pelaksanaan revitalisasi serta memastikan pengawasan ketat agar anggaran tepat sasaran.
Komisi X DPR RI menyatakan akan terus mengawal kebijakan dan anggaran pendidikan agar program revitalisasi berjalan efektif dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran.
- Penulis :
- Aditya Yohan








