Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BPH Migas Pastikan Pasokan BBM Subsidi di Jawa Tengah Aman Jelang Ramadhan 1447 H

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

BPH Migas Pastikan Pasokan BBM Subsidi di Jawa Tengah Aman Jelang Ramadhan 1447 H
Foto: (Sumber: Kunjungan kerja Anggota Komite BPH Migas Erika Retnowati ke Jawa Tengah, Kamis (12/2/2026). ‎ (ANTARA/HO-BPH Migas)

Pantau - BPH Migas memastikan pasokan dan distribusi BBM subsidi serta kompensasi di Jawa Tengah dalam kondisi aman menjelang Ramadhan 1447 Hijriah setelah melakukan pengawasan dari Integrated Terminal hingga SPBU.

Anggota Komite BPH Migas Erika Retnowati menyampaikan berdasarkan monitoring di IT Semarang, stok gasoline mencukupi hingga sekitar 20 hari, sedangkan gasoil di atas 15 hari.

Terminal BBM tersebut menjadi tulang punggung distribusi wilayah Jawa Tengah bagian utara dan telah menyiapkan skema pasokan, armada tambahan, serta mitigasi darurat untuk mengantisipasi lonjakan permintaan dan potensi gangguan.

"Insya Allah untuk persiapan Ramadhan dan Idul Fitri, pasokan dalam kondisi aman dan siap memenuhi kebutuhan masyarakat," ujar Erika.

Berdasarkan realisasi Ramadhan dan Idul Fitri 2022 hingga 2025, estimasi throughput 2026 diperkirakan meningkat sekitar 5 persen.

Jika terjadi gangguan operasional akibat cuaca ekstrem atau banjir, distribusi dapat dialihkan melalui terminal BBM di Tegal, Boyolali, dan Tuban.

BPH Migas juga beraudiensi dengan Sekda Kabupaten Tegal Amir Makhmud terkait implementasi aplikasi XStar untuk penerbitan surat rekomendasi BBM subsidi.

Hingga 1 Februari, sebanyak 214 kabupaten/kota telah menerapkan XStar secara penuh, sedangkan Kabupaten Tegal ditargetkan tuntas pada April 2026.

"Aplikasi X Star merupakan sistem terintegrasi antara BPH Migas, Pemda, dan Pertamina Patra Niaga, data bisa menjadi dasar pengajuan kuota dan realokasi antarsektor bila diperlukan. Semua tercatat dan bisa dipantau," kata Erika.

Monitoring dilakukan di SPBN Tegalsari Kota Tegal dan ditemukan prosedur belum sesuai regulasi terkait penggunaan surat kuasa oleh kelompok nelayan.

"Telah disampaikan kepada pengelola agar ke depan selalu dicek bahwa penerima surat kuasa adalah salah satu nelayan yang merupakan wakil dari kelompok nelayan yang berhak memperoleh BBM subsidi dan kompensasi. Selain itu, aspek kebersihan dan beberapa fasilitas juga diminta untuk segera diperbaiki," pungkas Erika.

IT Semarang memiliki 19 tangki timbun dengan 13 tangki aktif dan enam dalam tahap perbaikan serta pembersihan berkala, melayani 323 SPBU dengan rata-rata penyaluran sekitar 182.000 KL per bulan.

Operasional didukung 141 mobil tangki berkapasitas total 3.296 KL serta sekitar 605 awak mobil tangki.

Pengawasan juga dilakukan di SPBU rest area KM 338 Tol Trans Jawa dan SPBU Jalan Tegal-Cilacap dengan penyaluran di KM 338 hampir 100 KL per hari dan solar menjadi produk tertinggi sekitar 70 sampai 75 KL per hari.

"Kami juga tadi melihat bahwa CCTV posisinya perlu diperbaiki. Jadi ini juga kami sampaikan kepada pengurusnya, akan kita cek juga nanti menjelang hari raya untuk memastikan perbaikan telah dilaksanakan," kata Erika.

Manager IT Semarang Judha Widjayanto menyatakan, "Kami menyiapkan skenario normal, termasuk pengalihan suplai, tambahan mobil tangki, hingga monitoring stok real time. Prinsipnya, distribusi ke masyarakat tidak boleh terhenti," ujarnya.

Sekda Kabupaten Tegal Amir Makhmud menegaskan, "Jangan sampai setelah disosialisasikan masih ada pertanyaan di lapangan karena masyarakat belum paham. Keberhasilan kita justru ketika semua berjalan tanpa kendala," ujarnya.

Turut hadir Tenaga Ahli Menteri ESDM Abdul Halim serta Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Jawa Tengah Riswanto dalam kegiatan tersebut.

Penulis :
Gerry Eka