
Pantau - Kementerian Perhubungan menambah armada kapal untuk Angkutan Mudik Lebaran 2026 di Banten sebagai langkah antisipasi lonjakan kendaraan penyeberangan menuju Sumatera.
Penambahan kapal difokuskan pada pelabuhan alternatif agar distribusi arus kendaraan tidak terpusat di satu titik dan dapat tersebar lebih merata.
Penambahan Armada di Pelabuhan Alternatif
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan, "Sekarang ini kami akan menyediakan minimal 10 sampai 12 kapal di Pelabuhan BBJ maupun Pelabuhan Ciwandan, sehingga alur kendaraan yang melewati pelabuhan bisa diatur dengan baik."
Kapal tambahan tersebut akan disiagakan di Pelabuhan BBJ dan Pelabuhan Ciwandan sebagai pelabuhan alternatif di wilayah Banten.
Penambahan armada disiapkan untuk menjaga kelancaran proses sandar dan bongkar muat kapal selama periode puncak arus mudik Lebaran 2026.
Monitoring 24 Jam dan Evaluasi 2025
Evaluasi penyelenggaraan angkutan mudik tahun 2025 dijadikan dasar untuk meningkatkan layanan pada tahun 2026.
Kementerian Perhubungan melakukan pemantauan intensif di seluruh pelabuhan sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan.
Dudy menyatakan, "Berdasarkan evaluasi tahun 2025, kami melakukan monitoring per jam, bahkan 24 jam, di seluruh titik pelabuhan agar tidak terjadi antrean cukup besar sampai keluar pelabuhan."
Pengawasan operasional dilakukan secara real time untuk memastikan kapasitas pelabuhan dimanfaatkan secara optimal.
Pemerintah menargetkan agar antrean kendaraan tidak meluas hingga ke akses jalan menuju pelabuhan.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat waktu tunggu kendaraan serta mencegah kemacetan panjang di jalur menuju pelabuhan penyeberangan di Banten saat mudik Lebaran 2026.
- Penulis :
- Leon Weldrick







