Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Warga Pengungsi Dusun Lhok Pungki Tetap Gelar Tradisi Meugang Jelang Ramadhan 1447 Hijriah di Tengah Keterbatasan

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Warga Pengungsi Dusun Lhok Pungki Tetap Gelar Tradisi Meugang Jelang Ramadhan 1447 Hijriah di Tengah Keterbatasan
Foto: Warga Dusun Lhok Pungki Desa Gunci mengolah daging dalam acara tradisi meugang menjelang bulan Ramadhan 1447 H di dapur bersama hunian darurat Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Aceh, Senin 16/2/2026 (sumber: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Pantau - Warga Dusun Lhok Pungki, Desa Gunci, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, tetap menggelar tradisi meugang menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 di tenda pengungsian pada Senin, 16 Februari 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di dapur bersama hunian darurat Kecamatan Sawang sebagai bentuk menjaga tradisi meski berada dalam kondisi terdampak bencana.

Kepala Dusun Lhok Pungki, Firmadi, mengatakan, “Alhamdulillah, sekarang kami lagi masak daging sapi dari NGO Malaysia. Ini tradisi orang meugang,” saat ditemui di Posko Pengungsi Dusun Lhok Pungki, Aceh Utara.

Berdasarkan laman resmi Pemerintah Aceh, tradisi meugang atau makmeugang merupakan kegiatan memasak daging untuk dinikmati bersama keluarga, kerabat, hingga anak yatim.

Tradisi tersebut dilakukan masyarakat di seluruh Aceh untuk menyambut hari-hari besar umat Islam, yakni sebelum Ramadhan, sebelum Idul Fitri, dan sebelum Idul Adha.

Gotong Royong Memasak Masak Merah

Dalam pelaksanaannya, warga memasak hidangan khas Aceh berupa masak merah secara gotong royong di dapur umum pengungsian.

Firmadi menjelaskan, “Kami ada masak merah. Kami (memasak) sama-sama, gotong royong,” yang menggambarkan kebersamaan warga dalam menyiapkan hidangan tersebut.

Masak merah merupakan masakan khas Aceh yang menggunakan rempah-rempah seperti cabai kering, daun temurui atau daun kari, daun pandan, serta bahan lainnya.

Bantuan Presiden dan NGO

Terkait penyaluran bantuan, Firmadi mengungkapkan telah menerima informasi mengenai bantuan dari Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung pelaksanaan meugang.

Ia mengatakan, “Kami sudah dapat informasinya. Dia bagi lembunya tiga. Tiga lembu untuk satu kampung (desa),” terkait pembagian bantuan tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, satu desa akan memperoleh tiga ekor lembu, sementara satu desa di wilayah tersebut terdiri atas sekitar 760 kepala keluarga dan 85 kepala keluarga di antaranya merupakan warga Dusun Lhok Pungki yang mengungsi.

Selain bantuan dari presiden, lembaga swadaya masyarakat juga menyalurkan bantuan daging untuk mendukung pelaksanaan tradisi tersebut.

Firmadi mengungkapkan, “Alhamdulillah kita untuk meugang ini masih bisa makan daging, walaupun daging bantuan. Tahun-tahun sebelumnya, kami bisa beli,” sebagai bentuk rasa syukur di tengah kondisi pengungsian.

Penulis :
Shila Glorya