
Pantau - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi Sumatera Utara memfokuskan pembenahan sekitar 500 kilometer ruas jalan di lima wilayah setelah bencana yang terjadi pada akhir November 2025.
Lima wilayah tersebut meliputi Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Tapanuli Utara, dan Kota Sibolga.
Kepala BBPJN Sumatera Utara Hardy Siahaan menyampaikan bahwa “Sekitar 500 kilometer di wilayah tersebut sedang dilakukan perbaikan setelah kejadian bencana sekaligus perawatan jalan,” ungkapnya.
Ruas jalan yang diperbaiki antara lain jalur Tarutung–Sipirok–Padangsidimpuan, Sibolga–Batang Toru–Padangsidimpuan, serta Batang Toru–Singkuang.
Dari total 500 kilometer tersebut, perbaikan masih di bawah 20 persen atau mencakup 235 titik dengan penanganan intensif sepanjang 40 hingga 50 kilometer.
Hardy menjelaskan bahwa “Dari 500 kilometer tersebut, perbaikan masih di bawah 20 persen atau sebanyak 235 titik. Secara intensif, penanganan dilakukan sekitar 40 hingga 50 kilometer,” ujarnya.
Kendala utama dalam pembenahan ruas jalan adalah faktor cuaca yang menyebabkan longsor kembali terjadi di sejumlah titik.
Selain itu, proses rekonstruksi jalan memerlukan detail desain yang dihitung secara tepat agar hasil perbaikan lebih optimal.
Ia menyebutkan bahwa “Selain itu, untuk rekonstruksi jalan harus ada detail desain yang dihitung secara tepat,” katanya.
BBPJN terus memfokuskan penanganan jalan terdampak bencana agar dapat berfungsi optimal saat Lebaran 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
Secara total, sepanjang 2.600 kilometer jalan nasional di Sumatera Utara juga dilakukan pemeliharaan rutin dan reguler.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







