
Pantau - Personel TNI AD memastikan sekolah yang rusak akibat bencana di wilayah Aceh telah diperbaiki dan kembali dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Salah satu fasilitas pendidikan yang terdampak paling parah adalah SMPN 26 Takengon di Desa Reje Payung, Kabupaten Aceh Tengah.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono menyampaikan bahwa sekolah tersebut sempat terhenti aktivitasnya akibat endapan lumpur dan material kayu yang menimbun bangunan setinggi 50–70 sentimeter.
Sebanyak enam unit bangunan terdampak langsung yang meliputi satu gedung dewan guru berisi tiga ruangan, satu gedung dengan tiga ruang kelas, satu gedung perpustakaan, satu mes sekolah, serta dua gedung yang mencakup empat rumah guru.
Secara keseluruhan terdapat 10 ruangan yang harus dibersihkan dari lumpur, tanah, dan batang kayu sisa banjir.
Puluhan Personel Dikerahkan
Proses pembersihan dilakukan oleh empat personel Kodim 0106/Aceh Tengah, 20 personel Yonif TP 854/DK, serta lima warga setempat yang ikut bergotong royong.
Pengerjaan berlangsung sejak 19 Desember hingga 14 Februari dengan sejumlah kendala di lapangan seperti banyaknya batang kayu sisa banjir, tingginya endapan lumpur, keterbatasan air bersih, serta minimnya perlengkapan kerja.
Donny menyatakan bahwa seluruh hambatan dapat diatasi melalui koordinasi dan kerja sama yang solid antara personel TNI dan masyarakat.
Kegiatan Belajar Mengajar Kembali Normal
Saat ini SMPN 26 Takengon telah dapat digunakan sepenuhnya untuk kegiatan belajar mengajar.
TNI AD berharap kehadiran mereka dapat mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh khususnya pada sektor pendidikan agar aktivitas siswa kembali berjalan normal.
- Penulis :
- Aditya Yohan







