Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

STIH Manokwari dan Polda Papua Barat Siapkan Pusat Kajian Kepolisian untuk Perkuat Sinergi Akademik dan Praktik Lapangan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

STIH Manokwari dan Polda Papua Barat Siapkan Pusat Kajian Kepolisian untuk Perkuat Sinergi Akademik dan Praktik Lapangan
Foto: (Sumber: Ketua STIH Manokwari Dr Filep Wamafma saat ditemui awak media di Manokwari, Papua Barat, Rabu (18/2/2026). ANTARA/Fransiskus Salu Weking.)

Pantau - Sekolah Tinggi Ilmu Hukum STIH Manokwari memperluas kolaborasi bersama Kepolisian Daerah Polda Papua Barat dengan menyiapkan pembentukan pusat kajian kepolisian sebagai wadah riset dan penyelarasan sains dengan praktik lapangan.

Ketua STIH Manokwari Dr Filep Wamafma menyampaikan bahwa pembentukan pusat kajian tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung tugas-tugas kepolisian di daerah.

Ia mengatakan, “Sekarang draf kerja sama masih dipelajari oleh masing-masing pihak. Minggu depan targetnya sudah tanda tangan,” ungkapnya.

Menurut Filep, keberadaan pusat kajian tidak hanya berdampak positif bagi personel kepolisian dalam menangani permasalahan hukum, tetapi juga mendorong daya kreasi dan inovasi mahasiswa STIH Manokwari.

Ia menegaskan, “Perguruan tinggi sekarang tidak hanya mengutamakan teori, tapi harus memahami praktik lapangan. Hukum itu dinamis,” tegasnya.

Langkah tersebut dinilai relevan dengan perubahan skema pembelajaran perguruan tinggi untuk melahirkan sumber daya manusia bidang hukum yang profesional, berkompeten, unggul, dan berdaya saing.

Melalui pusat kajian tersebut, akademisi STIH Manokwari dapat memberikan rekomendasi kebijakan berbasis data dan kajian akademik guna meningkatkan kualitas layanan kepolisian kepada masyarakat.

Penyelarasan teori akademik dengan praktik lapangan diharapkan memperkuat tata kelola sistem penegakan hukum yang semakin transparan, humanis, dan berkeadilan.

Filep menyampaikan rencana lanjutan, “Setelah Polda Papua Barat, kami berinisiatif mendorong pembentukan pusat kajian kejaksaan yang bekerja sama dengan Kejaksaan Tinggi Papua Barat,” ujarnya.

Ia berharap seluruh mahasiswa STIH Manokwari dapat memanfaatkan pusat kajian sebagai laboratorium hukum untuk mengasah kemampuan akademik dan praktik sebelum memasuki dunia kerja.

Menurutnya, perkembangan hukum yang dinamis membutuhkan kecakapan dan ketangkasan dalam menganalisis persoalan secara komprehensif agar menghasilkan solusi berbasis kajian ilmiah.

Ia juga menyampaikan, “Kami juga sedang merevisi kurikulum agar sesuai dengan kondisi terkini,” katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf