Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Menteri Abdul Mu'ti Paparkan Rencana Percepatan Pemulihan Pendidikan Pascabencana di Sumatera

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Menteri Abdul Mu'ti Paparkan Rencana Percepatan Pemulihan Pendidikan Pascabencana di Sumatera
Foto: Tangkapan layar-Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memaparkan sejumlah target terkait revitalisasi satuan pendidikan pascabencana pada Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera bersama Pimpinan DPR RI di Jakarta Pusat pada Rabu 18/2/2026 (sumber: ANTARA/Hana Dewi Kinarina Kaban)

Pantau - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti memaparkan rencana kerja untuk mempercepat pemulihan layanan pendidikan pascabencana di wilayah Sumatera dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera bersama Pimpinan DPR RI di Jakarta Pusat pada Rabu 18 Februari 2026.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan pembelajaran di tiga provinsi terdampak bencana yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah berlangsung 100 persen meski belum berjalan dalam kondisi ideal.

“Kami sampaikan secara umum bahwa kegiatan pembelajaran di tiga provinsi terdampak bencana sudah berlangsung 100 persen, hanya saja memang pembelajaran belum berlangsung secara ideal. Sebagian masih belajar di tenda atau di kelas darurat, dan sebagian menumpang di sekolah lain,” ujar Mu’ti.

Kondisi di lapangan menunjukkan sebagian siswa masih belajar di tenda atau kelas darurat akibat kerusakan bangunan sekolah.

Sebagian siswa lainnya terpaksa menumpang di sekolah lain karena fasilitas pendidikan di lokasi asal belum sepenuhnya pulih.

Data Kemendikdasmen mencatat baru sebagian sekolah yang telah kembali memulai pembelajaran di lokasi semula.

Di Provinsi Aceh, sebanyak 3.001 sekolah telah kembali beroperasi di lokasi asalnya.

Di Provinsi Sumatera Barat, sebanyak 626 sekolah telah memulai kembali pembelajaran di tempat semula.

Sementara di Provinsi Sumatera Utara, tercatat 1.104 sekolah sudah kembali melaksanakan pembelajaran di lokasi asalnya.

Rencana Percepatan Rekonstruksi dan Revitalisasi Sekolah

Untuk mempercepat pemulihan, Kemendikdasmen menyusun sejumlah rencana kerja dalam dua minggu terakhir pada Februari 2026.

Rencana pertama adalah melanjutkan rapat koordinasi percepatan rekonstruksi pascabencana bersama dinas pendidikan di tiga provinsi terdampak.

Rencana kedua yakni melanjutkan penandatanganan perjanjian kerja sama revitalisasi satuan pendidikan pascabencana dengan target 1.204 sekolah.

Rencana ketiga adalah melanjutkan proses verifikasi dan pembuatan rekening bagi 13 ribu guru untuk penyaluran Tunjangan Khusus Guru.

Total nilai bantuan Tunjangan Khusus Guru yang akan disalurkan mencapai Rp83,3 miliar.

Pengajuan Tambahan Anggaran dan Penyaluran Peralatan Pendidikan

Rencana keempat adalah melakukan koordinasi percepatan pengusulan tambahan anggaran sebesar Rp2,4 triliun.

Rencana kelima yakni kembali menyalurkan bantuan pemerintah berupa peralatan pendidikan ke sekolah terdampak.

Peralatan yang akan disalurkan meliputi perangkat TIK, peralatan laboratorium, peralatan olahraga, alat kebersihan, dan alat permainan edukatif.

Total nilai bantuan peralatan pendidikan yang akan disalurkan mencapai Rp60 miliar.

Penulis :
Arian Mesa