
Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI meluncurkan inisiatif bertajuk "Santri Memberdayakan Desa" untuk mengawinkan penguatan spiritualitas mustahik dengan pengalaman praktis agribisnis bagi generasi muda selama Ramadhan 1447 Hijriah.
Program tersebut dipublikasikan pada Jumat, 20 Februari 2026 pukul 11.04 WIB dengan waktu baca dua menit.
Sebanyak 78 santri terpilih akan diterjunkan di 26 lokasi yang tersebar di delapan provinsi yakni Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan menyatakan, “Program Santri Memberdayakan Desa ini kami hadirkan untuk meningkatkan sisi spiritualitas binaan di lokus Balai Ternak dan Lumbung Pangan. Kami ingin para petani dan peternak kita tidak hanya berdaya secara ekonomi, tetapi juga memiliki ketangguhan iman yang amanah dan produktif,”.
Saidah menegaskan program tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi pedesaan melalui sentuhan nilai-nilai religi.
Pemilihan santri sebagai penggerak didasari potensi mereka sebagai agen perubahan dengan sasaran santri tingkat akhir atau alumni pondok pesantren berusia 17-22 tahun.
Para santri diharapkan menjadi mentor religi yang mengisi pengajian, kultum subuh, dan literasi keagamaan bagi warga desa.
Saidah menyampaikan, “Ini adalah laboratorium nyata bagi santri milenial untuk belajar langsung bagaimana mengelola usaha pertanian dan peternakan di lapangan,”.
Dalam program ini para santri juga akan menyerap ilmu praktis dengan belajar tata kelola agribisnis dan UMKM secara langsung di 26 lokasi.
Saidah menjelaskan, “Lokasi-lokasi ini dipilih secara khusus karena unit usaha pertanian, mikro, dan peternakannya sudah berjalan stabil, sehingga layak menjadi Pusat Studi Tiru bagi para santri,”.
Selama dua pekan, satu kelompok santri yang beranggotakan tiga orang akan menjalani metode live in atau tinggal bersama kelompok binaan Baznas mulai dari petani lumbung pangan, pelaku usaha mikro (UMKM), hingga peternak di Balai Ternak Baznas.
Melalui program tersebut Baznas berharap muncul generasi baru santripreneur yang tidak hanya mahir membaca kitab tetapi juga piawai mengelola lumbung pangan dan ternak.
Kehadiran santri di tengah masyarakat diharapkan mampu menciptakan suasana Ramadhan yang lebih bermakna sekaligus memastikan keberlanjutan ekonomi mustahik melalui pendampingan yang lebih humanis dan religius.
- Penulis :
- Aditya Yohan







