
Pantau - Organisasi Barisan Merah Putih Republik Indonesia Kabupaten Raja Ampat menilai situasi keamanan di Tanah Papua masih memerlukan perhatian serius karena berdampak langsung terhadap keselamatan masyarakat sipil.
Ketua BMP RI Raja Ampat Herman Dimara menyatakan insiden kekerasan masih terjadi dalam kurun waktu panjang dan hampir setiap bulan menimbulkan korban termasuk warga sipil.
“Dalam kurun waktu yang panjang, bahkan hampir setiap bulan, korban terus berjatuhan. Yang menjadi korban justru masyarakat sipil yang tidak memahami persoalan yang terjadi di Tanah Papua,” ujarnya di Waisai.
BMP RI menilai kondisi keamanan di sejumlah wilayah belum sepenuhnya kondusif dan keberadaan kelompok bersenjata masih menjadi ancaman bagi masyarakat.
Organisasi tersebut menyebut masyarakat menginginkan suasana damai serta akses pendidikan dan layanan kesehatan yang layak dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kekerasan yang terjadi dinilai menimbulkan ketakutan dan keresahan berkepanjangan di tengah warga.
BMP RI Raja Ampat meminta negara hadir melalui penegakan hukum yang tegas dan adil guna memastikan perlindungan maksimal bagi masyarakat khususnya di daerah yang masih dilanda konflik.
Organisasi tersebut juga mengecam segala bentuk tindakan yang mengarah pada pelanggaran kemanusiaan serta mendorong semua pihak menahan diri dan mengedepankan dialog.
Di sisi lain, pemerintah pusat sebelumnya menyatakan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan di Papua melalui program infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta penguatan sumber daya manusia.
BMP RI berharap stabilitas keamanan segera dipulihkan agar masyarakat di Tanah Papua dapat menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi secara normal dan aman.
- Penulis :
- Gerry Eka








