Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kemlu RI Pastikan KBRI Teheran Siaga Pantau WNI di Tengah Ketegangan Iran dan Amerika Serikat

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kemlu RI Pastikan KBRI Teheran Siaga Pantau WNI di Tengah Ketegangan Iran dan Amerika Serikat
Foto: Indonesian citizens (WNI) walk out of the terminal after arriving from Iran at Terminal 3 of Soekarno-Hatta Airport, Monday 30/6/2025 (sumber: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Pantau - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan KBRI Teheran terus memantau kondisi Warga Negara Indonesia di Iran di tengah eskalasi ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat serta menyiapkan opsi evakuasi jika situasi memburuk.

Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan di Teheran dan sejumlah kota lain, kondisi keamanan saat ini masih tergolong kondusif.

Meski demikian, status keamanan Siaga 1 yang telah diberlakukan untuk Iran sejak Juni 2025 tetap dipertahankan sebagai langkah antisipasi.

“Semua rencana kontingensi tetap disiapsiagakan, termasuk berbagai opsi jalur evakuasi apabila dibutuhkan,” ungkap Heni dalam pernyataan tertulis kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Ia menegaskan, “Kepada seluruh WNI di Iran diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan, turut memantau perkembangan situasi terkini, serta menjalin komunikasi dengan KBRI Teheran,”.

Hingga saat ini, KBRI Teheran belum menerima laporan adanya WNI yang menghadapi ancaman langsung maupun situasi yang membahayakan keselamatan.

Dalam upaya menjaga keselamatan, KBRI Teheran secara rutin menjalin komunikasi aktif dengan para WNI yang berada di berbagai wilayah Iran.

Ketegangan AS-Iran Belum Mereda

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran belum menunjukkan tanda mereda meskipun kedua negara berkomitmen melanjutkan perundingan bilateral secara tidak langsung ke babak baru pada Maret mendatang.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis 19 Februari menyatakan bahwa Iran memiliki waktu 10 hingga 15 hari untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.

Ia mengancam bahwa “hal-hal yang sangat buruk” akan terjadi apabila kesepakatan tersebut gagal tercapai.

Trump sebelumnya juga menyebut bahwa sebuah “armada besar” sedang berlayar menuju Iran.

Laporan Financial Times menyebutkan Amerika Serikat telah menyiagakan 16 kapal perang dengan total 40.000 personel serta tujuh skuadron udara yang masing-masing terdiri dari 70 jet tempur di berbagai pangkalan di Timur Tengah.

Situasi tersebut mendorong sejumlah negara meminta warganya yang masih berada di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut sebagai langkah antisipatif.

Negara-negara yang telah mengeluarkan imbauan tersebut antara lain Jerman, Polandia, Swedia, India, dan Korea Selatan.

Penulis :
Shila Glorya