
Pantau - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menurunkan tingkat aktivitas Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, dari Level III Siaga menjadi Level II Waspada terhitung Selasa pagi setelah tren aktivitas vulkanik menunjukkan penurunan.
Kepala Badan Geologi Lana Saria menyatakan penurunan status tersebut didasarkan pada hasil pemantauan visual dan instrumental yang memperlihatkan aktivitas erupsi dan kegempaan semakin menurun.
Sebelumnya, Gunung Ili Lewotolok dinaikkan ke Level III Siaga pada 18 Januari 2026 akibat peningkatan aktivitas erupsi berupa aliran lava dari kawah bagian barat.
Aktivitas vulkanik tercatat tetap tinggi hingga pertengahan Februari 2026 sebelum kemudian menunjukkan penurunan bertahap dan aliran lava di sektor barat tidak lagi teramati.
Data kegempaan periode 1-15 Februari 2026 mencatat 1.760 kali gempa erupsi, 4.410 kali gempa hembusan, 21 kali tremor harmonik, 81 kali tremor nonharmonik, dua kali gempa vulkanik dangkal, 10 kali gempa vulkanik dalam, tiga kali gempa tektonik lokal, serta sembilan kali gempa tektonik jauh.
Pada periode 16-22 Februari 2026 tercatat 400 kali gempa erupsi, 1.592 kali gempa hembusan, tiga kali tremor nonharmonik, satu kali gempa hybrid, satu kali gempa vulkanik dangkal, 14 kali gempa vulkanik dalam, lima kali gempa tektonik lokal, serta dua kali gempa tektonik jauh.
Secara visual, gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut dengan asap kawah berwarna putih hingga kelabu berintensitas tipis sampai sedang setinggi 5-100 meter dari puncak.
Tinggi kolom erupsi teramati berkisar 50-200 meter dari puncak dengan lontaran material dominan jatuh di sekitar kawah dan disertai suara gemuruh lemah hingga sedang.
Dengan status Level II Waspada, masyarakat, pengunjung, dan wisatawan diminta tidak memasuki serta tidak beraktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas.
Warga juga diimbau mewaspadai potensi guguran atau longsoran lava dan awan panas di sektor selatan dan tenggara, barat, serta timur laut gunung.
Badan Geologi mengimbau masyarakat menggunakan masker pelindung dan menutup tempat penampungan air bersih guna menghindari dampak abu vulkanik.
Pemerintah Kabupaten Lembata dan masyarakat diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, serta dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung untuk memperoleh informasi terkini mengenai perkembangan aktivitas gunung api tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan







