
Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali meminta masyarakat yang berada di sekitar fasilitas sirene banjir agar memperhatikan peringatan dini di tengah kepungan banjir akibat hujan angin yang berlangsung selama tiga hari terakhir.
Kepala Pelaksana BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana mengatakan, "Arahan tetap waspada perkembangan situasi, masyarakat yang di pinggir Tukad Badung perhatikan suara sirene dan perkembangan kenaikan air".
Ia menjelaskan meskipun sirene banjir baru terdapat di enam titik, fungsi alat tersebut dapat mengurangi risiko korban seperti saat banjir besar September 2025 lalu.
Gede Teja menyampaikan, "Sirene sudah berfungsi baik, tadi pagi jam 03.00 Wita sudah bunyi sekali, kemudian ternyata tadi sekitar jam 08.30 Wita bunyi lagi, berarti air sungai naik lagi".
Sejauh ini peringatan sirene menunjukkan aktivitas air naik hingga level satu dan dua serta belum meluap dari bantaran sungai.
BPBD Bali mencatat sejak Senin 23 Februari sore hingga Selasa pagi terjadi 23 kejadian di Denpasar yang didominasi banjir, tujuh kejadian di Kabupaten Badung, lima di Gianyar, empat di Buleleng, serta masing-masing satu kejadian di Tabanan dan Klungkung.
Khusus di Denpasar, terjadi angin puting beliung di Padangsambian Kelod dan banjir di sejumlah titik dengan ketinggian 40 hingga 80 sentimeter.
Gede Teja menyebut, "Banjir di Jalan Griya Anyar arah Simpang Dewa Ruci ketinggian 80 cm, kemudian banjir di Jalan By Pass Ngurah Rai Sanur ketinggian 50 cm, dan banjir Jalan Hangtuah Sanur ketinggian 50 cm,".
Berdasarkan informasi BMKG, hujan disertai angin kencang masih berpotensi terjadi di Denpasar, Bangli, Buleleng, Gianyar, Karangasem, dan Klungkung.
Salah satu pedagang Pasar Badung Denpasar Wayan Sumarni mengatakan, "Alarmnya sangat membantu, setelah tiga hari hujan tadi jam 3 alarm bunyi di pasar, diminta waspada tapi belum sampai evakuasi, air belum sampai keluar bantaran jadi tetap berjualan,".
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








