Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Polisi Mendalami Kasus Dugaan Penganiayaan di SPBU Cipinang Jakarta Timur

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Polisi Mendalami Kasus Dugaan Penganiayaan di SPBU Cipinang Jakarta Timur
Foto: (Sumber : Tangkapan layar kamera pengawas (CCTV) terkait penganiayaan terhadap pegawai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) oleh oknum yang diduga aparat di kawasan Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (23/2/2026). (ANTARA/Dokumentasi Pribadi).)

Pantau - Polda Metro Jaya masih mendalami kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku yang mengaku sebagai anggota kepolisian di SPBU 3413901 Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur pada Minggu 22 Februari 2026 sekitar pukul 22.00 WIB.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto menyatakan bahwa "Polres Jaktim dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya sedang mendalami kejadian tersebut dan juga orang yang mengaku aparat,", ujarnya.

Budi menegaskan jika terbukti pelaku merupakan oknum anggota Polri maka kasus tersebut akan ditindaklanjuti oleh Divisi Profesi dan Pengamanan.

Kepala Bidang Propam Polda Metro Jaya Radjo Alriadi Harahap mengatakan pihaknya masih mendalami kasus tersebut untuk memastikan apakah pelaku benar anggota Polri atau hanya mengaku-ngaku.

Radjo menyampaikan bahwa "Masih kami dalami dengan Reskrim Polrestro Jaktim terhadap pelaku pemukulan dimaksud,", katanya.

Seorang operator SPBU 3413901 bernama Lukman Hakim berusia 19 tahun mengaku dikejar dan diancam akan dibunuh oleh pria yang mengaku aparat saat bertugas sif malam.

Lukman mengatakan bahwa "Saya dipukul bolak-balik. Saya lari ke belakang, ke arah fasilitas hunian sementara (mes). Dia kejar sambil bilang, 'Lari lu, mau ke mana lu, mau mati sekarang lu?',", ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa "Awalnya, saya lagi jaga malam, situasi lagi santai. Datang mobil pelaku masuk untuk isi bahan bakar minyak (BBM). Saya tunggu barcode-nya, tapi beberapa menit belum ditunjukkan,", katanya.

Antrean kendaraan di belakang mulai mengular sehingga Lukman berinisiatif mempercepat proses dengan meminta kode batang subsidi sesuai prosedur Pertamina.

Situasi memanas ketika kode batang yang ditunjukkan tidak sesuai dengan jenis kendaraan yang digunakan.

Lukman menyebut pelat nomor kendaraan sama namun data dan jenis kendaraan dalam barcode berbeda sehingga memicu insiden penganiayaan tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf