
Pantau - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB Oleh Soleh menegaskan keamanan dan keselamatan 45 warga negara Indonesia di Jalisco, Meksiko, harus menjadi prioritas utama pemerintah menyusul eskalasi kekerasan pascakematian bos kartel setempat.
Pernyataan tersebut disampaikan merespons situasi mencekam di Jalisco setelah tewasnya bos kartel Cartel de Jalisco Nueva Generation Nemesio Rubén Oseguera Cervantes yang dikenal dengan julukan "El Mencho" dalam baku tembak dengan militer pada Minggu, 22 Februari.
Insiden itu memicu eskalasi kekerasan di sejumlah wilayah di Jalisco dengan aksi brutal kelompok kartel yang memperburuk situasi keamanan dan menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.
Oleh Soleh menyatakan, "Kondisi yang berkembang di Jalisco sangat mengkhawatirkan. Negara harus hadir memastikan seluruh WNI dalam keadaan aman. Keselamatan mereka adalah prioritas yang tidak bisa ditawar,".
Sebagai anggota Komisi I yang membidangi urusan luar negeri, pertahanan, dan komunikasi, Soleh meminta Kementerian Luar Negeri melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Meksiko untuk terus berkomunikasi intensif dengan seluruh WNI di wilayah konflik.
Ia juga mendorong KBRI meningkatkan pemantauan situasi secara real time, memperbarui data keberadaan WNI, serta memastikan jalur komunikasi darurat mudah diakses.
"KBRI harus aktif menjangkau dan memastikan kondisi setiap WNI. Jika situasi semakin tidak terkendali, pemerintah perlu segera menyiapkan langkah evakuasi ke tempat yang lebih aman," tegas Soleh.
Ia mengimbau WNI di Jalisco agar tetap tenang, menghindari lokasi rawan, membatasi aktivitas di luar rumah, dan mengikuti arahan otoritas setempat serta perwakilan RI.
Komisi I DPR RI akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri guna memastikan perlindungan maksimal bagi WNI terdampak.
Soleh menutup dengan pernyataan, "Negara tidak boleh lengah. Dalam situasi konflik seperti ini, kecepatan respons dan koordinasi menjadi kunci untuk melindungi warga kita di luar negeri,".
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








