Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Sensus Ekonomi 2026 Akan Jangkau 42 Juta Usaha, BPS Sebut Ini Sensus Paling Berat

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Sensus Ekonomi 2026 Akan Jangkau 42 Juta Usaha, BPS Sebut Ini Sensus Paling Berat
Foto: Sekretaris Utama Badan Pusat Statistik (BPS) Zulkipli memberikan paparan dalam acara sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 di Jakarta, Rabu 25/2/2026 (sumber: ANTARA/Aria Ananda)

Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) merencanakan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) dengan sasaran lebih dari 42 juta unit usaha di 38 provinsi serta 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

Sekretaris Utama BPS Zulkipli menyampaikan bahwa SE2026 menjadi sensus ekonomi kelima yang dilaksanakan BPS dan dinilai sebagai yang paling menantang karena langsung menyasar pelaku usaha sebagai responden utama.

Ia mengungkapkan, "ini adalah sensus yang paling berat yang akan dilakukan oleh BPS, yang dihadapi itu adalah para pelaku usaha yang tentu mereka memiliki kemauan tersendiri".

Dalam paparannya pada acara sosialisasi di Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026, ia juga menyampaikan, "Karena ini adalah sensus yang paling berat yang akan dilakukan oleh BPS, yang dihadapi itu adalah para pelaku usaha yang tentu mereka memiliki kemauan tersendiri terkait dengan apa yang akan mereka sampaikan kepada BPS,".

Pendataan SE2026 tidak mencakup sektor pertanian, administrasi pemerintahan, serta aktivitas rumah tangga untuk konsumsi sendiri.

Pendekatan Digital dan Dua Tahap Pendataan

BPS menyiapkan pendekatan berbeda dibandingkan sensus sebelumnya dengan memanfaatkan teknologi digital serta memperkuat kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan asosiasi pelaku usaha.

Zulkipli menegaskan, "Karena biar bagaimanapun BPS pasti tidak akan mungkin berjalan sendiri untuk melaksanakannya,".

Pelaksanaan SE2026 dilakukan dalam dua tahap pendataan yang dimulai pada 1 hingga 30 Mei 2026 menggunakan metode Computer Assisted Web Interviewing CAWI untuk usaha besar yang memiliki alamat surat elektronik.

Tahap kedua berlangsung pada 16 Mei hingga 31 Juli 2026 menggunakan metode Computer Assisted Personal Interview CAPI yang menyasar usaha mikro, kecil, menengah, serta usaha besar yang belum memiliki alamat email.

Partisipasi Pelaku Usaha Jadi Kunci

Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Komunikasi dan Media Massa Molly Prabawati menyatakan tingkat partisipasi pelaku usaha menjadi faktor kunci keberhasilan SE2026.

Ia menyampaikan, "Keberhasilan Sensus Ekonomi sangat ditentukan oleh tingkat partisipasi pelaku usaha. Tantangan terbesar sensus bukan hanya pada cakupan wilayah tetapi pada response rate dan kepercayaan responden terhadap proses pendataan,".

Berdasarkan survei internal BPS tahun 2025, sebanyak 68 persen pelaku usaha bersedia berpartisipasi apabila memperoleh penjelasan yang jelas mengenai tujuan dan manfaat sensus.

Sebanyak 27 persen pelaku usaha masih ragu untuk berpartisipasi karena khawatir data mereka akan disalahgunakan.

Molly menyampaikan bahwa komunikasi publik mengenai perlindungan data berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan responden.

Melalui rangkaian publisitas SE2026, BPS menargetkan peningkatan partisipasi pelaku usaha agar data yang dihasilkan mampu memotret struktur ekonomi, ekonomi digital, serta ekonomi lingkungan secara lebih akurat.

Data tersebut diharapkan menjadi dasar perencanaan pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Penulis :
Shila Glorya