Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Jumlah Pengungsi Banjir Makassar Capai 878 Jiwa, BPBD Pastikan Situasi Terkendali

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Jumlah Pengungsi Banjir Makassar Capai 878 Jiwa, BPBD Pastikan Situasi Terkendali
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat meninjau langsung salah satu lokasi pengungsian warga yang terdampak banjir di Kota Mamassar. ANTARA/HO-Humas Pemkot Makassar ..)

Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Makassar mencatat jumlah pengungsi akibat hujan deras yang melanda Kota Makassar mencapai 878 jiwa dari 239 kepala keluarga yang tersebar di 15 titik pengungsian.

Para pengungsi ditempatkan di berbagai lokasi seperti masjid, sekolah hingga posyandu yang dijadikan tempat penampungan sementara.

"Titik pengungsian tersebar di beberapa tempat seperti masjid, sekolah hingga posyandu," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar Fadli Tahir.

Sejak terjadinya cuaca ekstrem, BPBD Makassar telah menerjunkan seluruh personel Tim Reaksi Cepat ke titik-titik terdampak untuk memastikan keselamatan warga.

Personel BPBD melakukan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan pertolongan serta melaksanakan asesmen cepat di lokasi banjir.

BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Makassar tersebut.

"Kami juga terus memantau tinggi muka air melalui sistem EWS dan AWLR,” ungkap Fadli Tahir.

BPBD Makassar berkoordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan, dan instansi terkait agar penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran.

Peralatan evakuasi seperti perahu karet dan perlengkapan keselamatan terus disiagakan untuk mengantisipasi peningkatan debit air.

Hingga saat ini, situasi secara umum dinyatakan aman dan terkendali meski warga tetap diimbau waspada dan menghindari jalur dengan genangan air tinggi.

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah IV Makassar merilis potensi curah hujan tinggi di wilayah Sulawesi Selatan.

Prakiraan cuaca ekstrem tersebut diperkirakan berlangsung sejak 24 Februari hingga 1 Maret 2026 sehingga pemerintah dan masyarakat diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan bergerak cepat dalam setiap kondisi kebencanaan demi melindungi masyarakat.

Penulis :
Aditya Yohan