
Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa meluncurkan Program Kamus Masuk Sekolah versi Kamus Digital Bahasa Makassar-Bahasa Indonesia-Bahasa Inggris pada Kamis, 26 Februari 2026 di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.
Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya pelindungan dan revitalisasi bahasa daerah melalui pemanfaatan teknologi digital guna menjangkau generasi muda.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyatakan, “Generasi muda menjadi fokus kali ini karena generasi inilah yang memiliki sarana ekspresi yang paling kuat dengan segala kemudahan teknologi informasi yang dikuasainya. Tujuan dari pelibatan generasi muda adalah agar bahasa ibu tidak menjadi asing dari keseharian mereka,”.
Revitalisasi 120 Bahasa Daerah
Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen Hafidz Muksin menegaskan pentingnya bahasa ibu dalam membentuk identitas bangsa.
“Hingga 2025 Badan Bahasa telah merevitalisasi 120 bahasa di seluruh Indonesia dan menyusun 228 kamus bahasa daerah sebagai upaya pelindungan jati diri budaya,” ungkapnya.
Data Badan Bahasa mencatat hingga tahun 2025 telah dilakukan revitalisasi terhadap 120 bahasa di berbagai daerah serta penyusunan 228 kamus bahasa daerah sebagai langkah konkret menjaga jati diri budaya bangsa.
Kamus Digital Bahasa Makassar dikembangkan bersama BASAsulsel Wiki dan memuat 4.358 entri kosakata.
Aplikasi ini dirancang sebagai kamus hidup yang memungkinkan masyarakat mengajukan penambahan kosakata baru secara partisipatif.
Setiap usulan kosakata akan diverifikasi oleh tim ahli dari Badan Bahasa sebelum resmi ditambahkan ke dalam sistem.
Fitur Interaktif dan MoU Lima Tahun
Aplikasi kamus ini dilengkapi fitur terjemahan tiga bahasa yakni Bahasa Makassar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.
Dukungan multimedia berupa video pelafalan disediakan untuk membantu pengguna memahami pengucapan serta konteks penggunaan kata secara akurat.
Fitur kuis interaktif juga tersedia sebagai media pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan bagi siswa.
Sebagai komitmen keberlanjutan program, dilakukan penandatanganan Nota Kesepakatan atau MoU dengan Kota Makassar mengenai Pengembangan, Pembinaan, dan Pelindungan Bahasa dan Sastra yang berlaku selama lima tahun ke depan.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menekankan bahwa kamus digital ini merupakan sarana vital untuk memperkuat identitas lokal di tengah arus globalisasi.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman menegaskan pentingnya aplikasi ini agar anak-anak Makassar tidak kehilangan jati dirinya.
Dinas Pendidikan Kota Makassar akan segera menyosialisasikan penggunaan aplikasi tersebut di seluruh satuan pendidikan.
Setelah peluncuran, siswa SD dan SMP mengikuti uji coba Kamus Digital Bahasa Makassar dan menunjukkan antusiasme saat menggunakan fitur pencarian kosakata serta kuis interaktif.
- Penulis :
- Leon Weldrick







