Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Disbud Bali Targetkan Temuan Baru dari Konservasi Lontar di KEK Kura-Kura

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Disbud Bali Targetkan Temuan Baru dari Konservasi Lontar di KEK Kura-Kura
Foto: (Sumber : Kepala Disbud Bali Ida Bagus Alit Suryana pantau giat Bulan Bahasa Bali di KEK Kura-Kura Bali, Denpasar, Jumat 27/2/2026. ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari.)

Pantau - Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Bali menargetkan adanya penemuan informasi baru dari kegiatan konservasi lontar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali.

Kepala Disbud Bali Ida Bagus Alit Suryana berharap naskah-naskah kuno yang selama ini tersimpan dapat mengungkap informasi berharga setelah diterjemahkan.

“KEK Kura-Kura Bali kan sudah bekerja sama dengan Penyuluh Bahasa Bali, saya harapkan dari lontar yang sudah kelihatan lama ini ketika dibaca akan ditemukan sesuatu informasi yang berharga,” ujarnya.

Berpotensi Ungkap Sejarah hingga Ramuan Tradisional

Ia menjelaskan, konservasi lontar lama umumnya menghasilkan bacaan berupa sejarah, informasi suatu wilayah, cerita rakyat, hingga ramuan obat tradisional.

Di KEK Kura-Kura Bali terdapat berbagai lontar lama yang dikoleksi di Bali Abode Gallery dan kini dikeluarkan untuk dikonservasi. Proses tersebut dinilai berpotensi menghadirkan temuan baru dari naskah kuno tersebut.

“Nanti kalau memang ada muncul seperti itu, berarti luar biasa, lewat kawasan ekonomi khusus ini kita mendapatkan suatu sumber informasi yang sangat baik dan pasti berguna,” katanya.

Kegiatan konservasi lontar yang menggandeng Penyuluh Bahasa Bali ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bahasa Bali yang digelar di kawasan Pulau Serangan.

Libatkan Generasi Muda

Selain penerjemahan lontar, kegiatan juga diisi dengan festival menyurat aksara Bali bagi generasi muda. Sebanyak 40 siswa turut mengikuti lokakarya yang dipadukan dengan kegiatan kreatif seperti pembuatan kerajinan tangan dan festival kuliner.

Disbud Bali mengapresiasi keterlibatan KEK Kura-Kura Bali karena investasi yang hadir dinilai tidak hanya berorientasi pada pariwisata, tetapi juga pelestarian budaya.

“Semoga bisa ditiru oleh yang lainnya, apalagi di sini saya lihat banyak peninggalan-peninggalan budaya Bali yang juga disimpan, berarti ikut melestarikan, apalagi juga mengajak generasi muda yang ke depan menjadi tokoh-tokoh penentu keberadaan Bali,” ujar Ida Bagus Alit Suryana.

Ia juga mencatat peserta Bulan Bahasa Bali tahun ini tidak hanya berasal dari Bali, tetapi juga dari Lombok, Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, Yogyakarta, dan Sulawesi yang mengikuti secara daring.

Sementara itu, Kepala Komunikasi KEK Kura-Kura Bali Zefri Alfaruqy menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Bali terhadap kegiatan tersebut.

“Kebetulan Bali Abode Gallery kita memiliki koleksi lontar jadi itu akan kami cek, akan kita konservasi, dan karena beraksara Bali maka kami ajak juga adik-adik pelajar dan masyarakat umum untuk kami bersama penyuluh latih, berbagi materi,” ujarnya.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Tria Dianti