
Pantau - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan dua pesan Presiden Prabowo Subianto terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam penguatan tata kelola Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan BGN pada Jumat, 27 Februari 2026 pukul 14.07 WIB di Jakarta.
Pernyataan tersebut disampaikan Dadan dalam konteks penguatan pelaksanaan Program MBG serta pembenahan tata kelola SDM agar program strategis nasional itu berjalan efektif dan akuntabel.
Dadan menegaskan bahwa sebelum bergabung membantu Presiden Prabowo Subianto, dirinya hanya menerima dua pesan utama yang hingga kini terus dipegang teguh.
Dalam keterangannya, Dadan menyampaikan, "Sebelum saya bergabung dengan Presiden Prabowo, saya hanya diberi pesan dua, dan saya kira ini relevan untuk semua pelaksana MBG, yang membantu saya itu adalah Pak Presiden. Saya hanya menitipkan dua hal. Satu, merah putih di dada. Dua, tidak boleh korupsi,".
Menurut Dadan, dua prinsip tersebut bukan sekadar pesan personal, melainkan nilai dasar yang harus diinternalisasi oleh seluruh jajaran BGN, khususnya para pimpinan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) di daerah yang memiliki kewenangan besar dalam pelaksanaan program.
Integritas dan Loyalitas Jadi Prinsip Utama
Pesan pertama, merah putih di dada, dimaknai sebagai komitmen untuk menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Pesan kedua, tidak boleh korupsi, ditegaskan sebagai prinsip mutlak yang wajib dipegang seluruh pelaksana Program MBG tanpa pengecualian.
Dadan mengingatkan bahwa kewenangan yang dimiliki KPPG di daerah tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau keuntungan sesaat.
Pimpinan Diminta Tegas terhadap Penyimpangan
Ia menekankan pentingnya pola pikir jangka panjang dalam menjalankan program strategis nasional seperti MBG agar manfaatnya berkelanjutan bagi masyarakat.
Dalam pesannya kepada jajaran, Dadan menyatakan, "Jadi, mohon anda semua, karena menjadi Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) memiliki kewenangan di daerah, jangan gunakan kewenangan itu untuk mengambil keuntungan sesaat, kita harus berpikir jangka panjang,".
Ia juga meminta para pimpinan tidak ragu mengambil tindakan tegas apabila terdapat indikasi penyimpangan sekecil apa pun dalam pelaksanaan program.
Dadan menegaskan komitmen tersebut dengan pernyataan, "Jadi, para pimpinan kalau ada yang tercium bermain kecil saja, saya kira buang saja, karena masih banyak orang yang mau," ujar Kepala BGN Dadan Hindayana.
- Penulis :
- Arian Mesa








