
Pantau - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan menyiapkan program Pelatihan Vokasi Nasional bagi lulusan SMA dan SMK yang akan dimulai pada April 2026.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan hal tersebut dalam jumpa pers di Jakarta pada Jumat 27 Februari 2026.
Pada tahap pertama, program ini ditargetkan menyerap sedikitnya 20 ribu peserta dari seluruh Indonesia.
Peserta yang dapat mengikuti program ini adalah lulusan SMA dan SMK sederajat dalam tiga tahun terakhir.
"Harapan kami tentu ini bisa dioptimalkan, jadi selain ada program Magang Nasional untuk lulusan perguruan tinggi, kita juga memberikan alternatif program untuk lulusan SMA dan SMK." , ungkapnya.
Saat ini Kemnaker telah membuka Pelatihan Vokasi Nasional tahap pertama melalui jaringan balai pelatihan yang dimiliki.
Kuota 20 Ribu Peserta di 33 Lokasi
Program ini menyediakan 37 kelompok pelatihan atau kejuruan yang tersebar di 33 lokasi berbeda.
Total kelas yang disediakan dalam tahap pertama mencapai 830 kelas.
"Ada 37 kejuruan, ada di 33 tempat dengan jumlah kelasnya itu 830 kelas. Kita minta adik-adik lulusan SMA/SMK sederajat (yang lulus) dalam tiga tahun terakhir bisa memanfaatkan ini." , ujarnya.
Proses pelatihan akan dilaksanakan melalui tiga metode, yaitu daring, luring, dan blended learning.
Pelatihan akan didampingi oleh para mentor yang telah memiliki sertifikasi sesuai bidang masing-masing.
Pemerintah menyediakan fasilitas makan siang bagi peserta selama mengikuti program berlangsung.
Peserta juga akan menerima uang transportasi sebesar Rp20 ribu per hari selama masa pelatihan.
Program ini memberikan perlindungan asuransi berupa Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.
Peserta memperoleh modul pelatihan sebagai bahan pembelajaran selama program berlangsung.
Setelah menyelesaikan program, peserta akan mendapatkan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi.
"Inilah upaya kita untuk mendorong mereka memiliki sertifikasi kompetensinya diakui, sehingga kita berharap memudahkan mereka untuk bisa bekerja." , jelasnya.
Diarahkan ke Dunia Kerja hingga Wirausaha
Balai pelatihan Kemnaker akan membantu menghubungkan peserta dengan dunia kerja atau industri melalui jaringan yang dimiliki.
Balai pelatihan juga akan memberikan informasi peluang kerja yang tersedia kepada para lulusan program.
"Nanti juga akan dibantu oleh balai ketika memang network mereka misalnya ada peluang ini, dan seterusnya. Beberapa pelatihan itu juga bisa sesudah (menyelesaikan) pelatihan (mengarahkan) mereka berwirausaha." , kata Yassierli.
Program ini diharapkan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat yang ingin meningkatkan kompetensi kerja.
Peserta yang mengikuti program akan melalui proses seleksi administratif dan wawancara sebelum dinyatakan lolos.
"Kita menginginkan yang 20 ribu ini benar-benar nanti mereka yang memiliki keterkaitan, relevansi dengan bidang pelatihan yang diambil, sehingga peluang untuk bekerja lebih besar." , tegasnya.
Informasi lengkap mengenai program Pelatihan Vokasi Nasional dapat diakses melalui laman skilhub.kemenaker.go.id.
- Penulis :
- Leon Weldrick








