
Pantau - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat meminta pemerintah pusat menambah kapal angkut ternak guna mencegah penumpukan sapi menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB Muhamad Riadi mengatakan lalu lintas pengiriman hewan kurban dari Pulau Sumbawa ke luar daerah mengalami peningkatan.
Riadi mengatakan, "Kami telah bersurat kepada Kementerian Perhubungan untuk dapat difasilitasi penyediaan dan pengoperasian kapal angkut ternak".
Permohonan tersebut meliputi satu unit kapal ternak Camara Nusantara dengan trayek Bima–Tanjung Priok serta satu unit kapal roro tambahan berkapasitas 50 hingga 70 truk.
Keterbatasan angkutan laut selama ini menyebabkan antrean pengiriman ternak di sejumlah pelabuhan utama seperti Pelabuhan Pototano, Pelabuhan Kayangan, Pelabuhan Gilimas, dan Pelabuhan Lembar.
Pada 2025 terjadi antrean panjang truk pengangkut hewan kurban di NTB yang mengakibatkan 16 ekor sapi mati akibat kelelahan saat menunggu keberangkatan kapal.
Riadi menegaskan pentingnya pengawasan lalu lintas ternak dan mitigasi risiko di seluruh rantai distribusi agar tidak ada lagi hewan kurban mati sia-sia.
Ia mengatakan, "Kami memperketat pengawasan Kesehatan hewan qurban guna mencegah penyebaran penyakit hewan menular strategis dan zoonosis menjelang Idul Adha,".
Selain mengajukan tambahan kapal, Pemprov NTB juga mengatur jadwal pengiriman ternak dari Pulau Sumbawa agar sesuai kapasitas muat kapal.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga kelancaran distribusi sapi kurban sekaligus menjamin kesehatan hewan dan keamanan masyarakat.
Riadi mengatakan, "Jika upaya yang kami lakukan tidak terpenuhi oleh pemerintah pusat, maka upaya yang kami dilakukan adalah rekayasa waktu lalu lintas ternak,".
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







