
Pantau - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut jumlah pemudik tujuan Provinsi Gorontalo pada Lebaran 2026 mencapai sekitar 340 ribu orang sehingga perlu pengelolaan arus yang optimal demi kelancaran dan keselamatan perjalanan.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Angkutan Lebaran di VIP Terminal Lama Bandara Djalaludin, Kabupaten Gorontalo.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik tujuan Gorontalo tahun ini mencapai sekitar 340 ribu orang.
Menhub menilai jumlah tersebut cukup besar sehingga pergerakan masyarakat saat arus mudik dan balik harus dikelola dengan baik.
“Jumlah 340 ribu itu cukup banyak, kita tidak bisa memandang sebelah mata. Oleh karena itu kami berkunjung ke Gorontalo yang memiliki karakteristik khusus yang berkaitan dengan mobilitas sepanjang Lebaran 2026, baik di simpul transportasi Bandara Djalaludin dan juga di titik-titik penyeberangan,” ujarnya.
Berdasarkan survei nasional, secara keseluruhan diprediksi ada sekitar 143 juta orang yang melakukan perjalanan mudik Lebaran tahun ini.
Jumlah tersebut turun sebesar 1,75 persen dibanding tahun sebelumnya namun tetap harus diantisipasi potensi lonjakan seperti pada tahun 2025.
Selain arus mudik dan balik, Menhub mengingatkan untuk mengantisipasi fenomena lokal seperti malam qunut, pasar senggol, tradisi Tumbilotohe atau malam pasang lampu, lebaran ketupat, serta kunjungan ke lokasi wisata.
Kegiatan lokal tersebut perlu perhatian serius agar tidak menjadi hambatan bagi pengguna jalan.
Dudy menyampaikan “Kami mulai melaksanakan Posko Angkutan Lebaran 2026 pada 13 hingga 30 Maret 2026. Harapannya bisa ada sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan untuk kelancaran arus mudik maupun balik,”.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kunjungan Menteri Perhubungan ke Gorontalo.
“Kedatangan Pak Menteri Perhubungan ini merupakan dukungan bagi kami untuk memantapkan pelaksanaan angkutan lebaran di Provinsi Gorontalo,” katanya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







