Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemkot Jakarta Timur Dorong Kegiatan Positif Remaja untuk Cegah Tawuran Selama Ramadhan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemkot Jakarta Timur Dorong Kegiatan Positif Remaja untuk Cegah Tawuran Selama Ramadhan
Foto: (Sumber : Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di Kantor Walikota Jakarta Timur, Rabu (25/2/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza)..)

Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Timur mendorong seluruh elemen masyarakat memperbanyak kegiatan positif bagi remaja selama bulan suci Ramadhan guna mencegah tawuran dan aksi negatif lainnya.

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menyampaikan, "Pentingnya memperbanyak kegiatan positif bagi remaja selama bulan suci Ramadhan guna mencegah terjadinya tawuran dan berbagai aksi negatif lainnya,".

Menurut Munjirin, Ramadhan menjadi momentum tepat untuk mengarahkan energi dan kreativitas generasi muda ke arah yang lebih bermanfaat.

Ia menyebut potensi gesekan antarwarga, khususnya yang melibatkan remaja, cenderung meningkat pada malam hari setelah shalat Tarawih hingga menjelang sahur.

Munjirin mengatakan, "Biasanya, di bulan Ramadhan ada waktu-waktu rawan, terutama setelah Tarawih sampai sahur. Kalau tidak diisi dengan kegiatan yang positif, anak-anak muda bisa mudah terpengaruh hal-hal yang merugikan seperti tawuran,".

Munjirin mengajak ketua RT dan RW, pengurus Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), tokoh agama, serta tokoh masyarakat untuk aktif menghadirkan kegiatan yang membangun.

Kegiatan tersebut antara lain pengajian remaja, pesantren kilat, lomba keagamaan, tadarus Al-Qur’an, bakti sosial, dan olahraga bersama yang terorganisir.

Ia menegaskan, "Kalau anak-anak kita dilibatkan dalam pengajian, kegiatan masjid, atau aktivitas sosial, mereka punya ruang berekspresi yang positif. Ini akan sangat membantu menekan potensi tawuran,".

Munjirin juga menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama pengawasan terhadap anak-anak selama Ramadhan.

Orang tua diminta memastikan anak-anak tidak terlibat aktivitas berisiko seperti perang sarung, bermain petasan, atau balap liar pada malam hari.

Ia menyatakan, "Peran orang tua sangat penting. Pastikan anak-anak berada di lingkungan yang aman dan mengikuti kegiatan yang bermanfaat. Jangan sampai lengah,".

Munjirin meminta jajaran camat dan lurah bersama unsur TNI-Polri memperkuat koordinasi dan pengawasan wilayah dengan pendekatan preventif melalui pembinaan dan kegiatan positif.

Ia menyampaikan, "Penegakan aturan itu penting, tapi yang lebih penting adalah pencegahan. Kita isi Ramadhan ini dengan kegiatan yang menumbuhkan iman, mempererat persaudaraan, dan memperkuat karakter generasi muda,".

Ia berharap kolaborasi pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan keluarga dapat menciptakan suasana Ramadhan di Jakarta Timur yang aman dan nyaman serta terbebas dari tawuran.

Untuk mendukung upaya tersebut, Polres Metro Jakarta Timur mendirikan 27 posko terpadu dalam rangka Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Jaya 2026 sekaligus mencegah tawuran selama Ramadhan.

Operasi Pekat Jaya 2026 merupakan instruksi terpusat Polda Metro Jaya yang dilaksanakan serentak di seluruh wilayah hukumnya termasuk Jakarta Timur.

Posko tersebut melibatkan kepolisian, Pemkot Jakarta Timur, TNI-Polri, Kodim 0505 Jakarta Timur, serta elemen masyarakat.

Sebanyak 20 personel disiagakan di setiap posko yang terdiri atas 10 personel Polri dari Polres Metro Jakarta Timur maupun Polda Metro Jaya dan 10 personel dari Satpol PP, Kodim 0505 Jakarta Timur, serta unsur masyarakat sekitar.

Posko beroperasi berdasarkan analisa tingkat kerawanan dan aktif mulai pukul 16.00 WIB hingga 08.00 WIB keesokan harinya yang dinilai sebagai jam rawan gangguan keamanan.

Penulis :
Aditya Yohan