
Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan bahwa kenaikan anggaran pendidikan tahun 2026 tidak akan memangkas Program Makan Bergizi Gratis dan justru ditujukan untuk mendukung program direktif Presiden Prabowo Subianto.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti menyampaikan bahwa tambahan anggaran tersebut masih dalam proses pembahasan dan akan menambah alokasi kementerian tanpa mengganggu anggaran MBG.
Ia mengatakan, “Jadi, anggaran pendidikan posisi sekarang sedang dalam proses untuk penambahan anggaran untuk program direktif Presiden, sedang dalam pembahasan. Jadi tentu ini juga akan menambah kran anggaran Kemendikdasmen dan tidak akan terganggu dengan anggaran yang sudah dialokasikan untuk MBG,”.
Suharti menjelaskan tambahan anggaran akan digunakan untuk memperluas jumlah penerima manfaat pada sejumlah program prioritas yang mendapat arahan langsung dari Presiden.
Program tersebut meliputi digitalisasi pembelajaran melalui penyaluran papan interaktif digital atau IFP/PID, revitalisasi satuan pendidikan, serta penyaluran tunjangan kesejahteraan guru.
Ia menegaskan, “Sedang dalam proses untuk penambahan anggaran untuk program direktif Presiden, seperti yang Pak Presiden sampaikan untuk revitalisasi sekolah akan ada penambahan 60 ribu satuan pendidikan, kemudian penyediaan IFP atau PID jadi 3 IFP per sekolah ini semua sedang dalam proses pembahasan,”.
Sebelumnya pada Kamis 19 Februari, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti juga menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak mengurangi anggaran pendidikan Kemendikdasmen.
Ia memastikan seluruh program strategis pendidikan tetap berjalan dan bahkan terus diperluas.
Abdul Mu'ti mengatakan, “Kalau ada anggapan bahwa MBG mengurangi anggaran pendidikan, kami sampaikan dengan tegas bahwa itu tidak benar. Program Presiden terkait pendidikan tetap terlaksana dengan sebaik-baiknya,”.
Ia menjelaskan MBG merupakan bagian dari Program Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat yang mencakup kebiasaan hidup sehat, beribadah, gemar belajar, hingga bermasyarakat.
Ia menegaskan, “Kebijakan MBG merupakan bagian tak terpisahkan dari program Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat. Makan bergizi bukan hanya soal nutrisi, tetapi bagian dari pembentukan karakter,”.
- Penulis :
- Aditya Yohan







