Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Tol Bawen-Yogyakarta Ditargetkan Fungsional H-10 Lebaran 2026 untuk Urai Kemacetan Simpang Bawen

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Tol Bawen-Yogyakarta Ditargetkan Fungsional H-10 Lebaran 2026 untuk Urai Kemacetan Simpang Bawen
Foto: Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY Moch Iqbal Tamher (sumber: ANTARA/Zuhdiar Laeis)

Pantau - Tol Bawen-Yogyakarta direncanakan sudah fungsional mulai H-10 Lebaran 2026 untuk mendukung kelancaran arus mudik di Jawa Tengah.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah-DIY Moch Iqbal Tamher di Semarang pada Senin, 2 Maret 2026.

"Jadi, pemudik yang menuju Magelang ataupun menuju jalur tengah bisa langsung keluarnya di Ambarawa tanpa keluar dari Bawen." kata Kepala BBPJN Jateng-DIY Moch Iqbal Tamher saat dikonfirmasi di Semarang, Senin.

Dengan difungsikannya jalur Tol Bawen-Yogyakarta dan dibukanya jalur keluar Ambarawa, kepadatan kendaraan yang selama ini terjadi di Simpang Bawen diharapkan dapat terurai.

Simpang Bawen merupakan titik temu arus kendaraan menuju Magelang maupun jalur tengah yang kerap menjadi lokasi kemacetan terutama saat arus mudik.

Selama ini, persimpangan Bawen yang menjadi jalur keluar atau exit Tol Bawen menjadi tempat pertemuan arus pemudik sehingga menimbulkan kepadatan lalu lintas.

BBPJN Jateng-DIY telah berkoordinasi dengan Korlantas Polri bersama pengelola pembangunan Tol Bawen-Yogyakarta agar jalur tersebut bisa menjadi opsi alternatif bagi pemudik pengguna jalan tol.

Progres Konstruksi Masih Terkendala Geografis

Untuk progres keseluruhan Tol Bawen-Yogyakarta khususnya segmen wilayah Magelang hingga Seksi 4 dan Seksi 5 di daerah Magelang sampai Jambu masih membutuhkan waktu lebih lama.

Pengerjaan jalur tol tersebut dipengaruhi kondisi geografis kawasan pegunungan sehingga proses konstruksi menjadi lebih kompleks.

"Untuk progres Tol Bawen–Yogya ini memang masih lama, khususnya di segmen daerah Magelang menuju Seksi 4 ataupun Seksi 5. Itu daerah Magelang sampai Jambu karena wilayah pegunungan. Targetnya masih di 2028 ataupun 2029." katanya.

Jawa Tengah Siap Sambut 17,7 Juta Pemudik

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan kesiapan provinsi dalam menyambut arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Ia menyebut Jawa Tengah merupakan simpul utama perlintasan nasional sehingga tidak boleh lengah dalam menyiapkan infrastruktur khususnya jalan.

Berdasarkan proyeksi Kementerian Perhubungan, sebanyak 17,7 juta orang diperkirakan akan masuk ke Jawa Tengah selama periode Lebaran 2026.

Secara nasional, Jawa Tengah menjadi tujuan favorit dengan estimasi total pergerakan mencapai 38,71 juta orang.

"Kita memiliki hampir 2.200 kilometer jalan kewenangan provinsi dengan tingkat kemantapan 94 persen. Pada 2026 ini, fokus pada perawatan agar tetap optimal saat arus mudik dan balik." pungkasnya.

Penulis :
Shila Glorya