
Pantau - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menilai Festival Cap Go Meh 2026 yang digelar di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Selasa, 3 Maret 2026, sebagai wujud nyata prinsip Bhinneka Tunggal Ika di tengah keberagaman masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Tito Karnavian saat menghadiri langsung Festival Cap Go Meh 2026 di Kota Singkawang yang tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadhan.
Ia menilai masyarakat di Kota Singkawang tetap saling menghargai meskipun berbeda latar belakang agama dan etnis.
"Suasana yang penuh toleran di Singkawang ini benar-benar menggambarkan prinsip Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika." ungkapnya.
Tito mengaku bangga karena Indonesia memiliki kota yang sangat toleran seperti Singkawang.
Selama empat tahun terakhir, ia kerap memantau kondisi masyarakat di kota tersebut yang terdiri atas masyarakat Tionghoa, Melayu, Dayak, serta berbagai suku lainnya.
"Bagaimana toleransi antarumat beragama, ada Chinese, ada melayu, ada dari masyarakat lokal, dari suku lain, semuanya bercampur baur di sini." ia mengungkapkan.
Ia juga menegaskan bahwa panitia Festival Cap Go Meh 2026 tidak hanya berasal dari warga Tionghoa, tetapi juga melibatkan warga dengan latar belakang agama lain.
Simbol Keharmonisan di Tengah Keberagaman
Sebelumnya, Pemerintah Kota Singkawang menyatakan bahwa Festival Cap Go Meh 2026 yang digelar pada 3 Maret 2026 menjadi simbol keharmonisan dan keberagaman masyarakat di daerah tersebut.
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menegaskan bahwa Festival Cap Go Meh bukan sekadar agenda tahunan, melainkan warisan budaya yang tumbuh dari tradisi serta keberagaman etnis dan agama di Kota Singkawang.
"Festival Cap Go Meh ini bukan sekedar agenda tahunan, namun budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Singkawang. Tradisi ini lahir dan tumbuh dalam keberagaman, sekaligus menjadi simbol keharmonisan antarumat beragama dan etnis." ujarnya.
Perayaan Budaya yang Melibatkan Berbagai Etnis
Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat lintas agama dan etnis yang turut berpartisipasi dalam kepanitiaan maupun rangkaian acara.
Pemerintah daerah berharap perayaan tahunan ini terus menjadi contoh toleransi dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
- Penulis :
- Leon Weldrick







