Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Bima Arya Tegaskan Penugasan Praja IPDN di Aceh Tamiang Bukan Hanya Misi Kemanusiaan tetapi Misi Kebangsaan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Bima Arya Tegaskan Penugasan Praja IPDN di Aceh Tamiang Bukan Hanya Misi Kemanusiaan tetapi Misi Kebangsaan
Foto: (Sumber : Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto. ANTARA/HO-CSIS..)

Pantau - Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa penugasan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kabupaten Aceh Tamiang tidak hanya menjalankan misi kemanusiaan tetapi juga merupakan misi kebangsaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Bima Arya setelah memimpin Apel Pelepasan Pemulangan Praja IPDN Gelombang II di Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

"ini bukan saja misi kemanusiaan tetapi ini juga adalah misi kebangsaan," kata Bima Arya.

Menurutnya, kehadiran praja dari berbagai daerah di Indonesia di wilayah terdampak bencana tidak hanya bertujuan membantu pemulihan pemerintahan.

Kehadiran mereka juga memiliki peran penting dalam memperkuat dimensi kebangsaan di tengah masyarakat.

Praja Diuji dalam Berbagai Tantangan Lapangan

Bima Arya menjelaskan bahwa para praja IPDN dituntut mampu beradaptasi dengan cepat terhadap budaya serta kehidupan masyarakat setempat selama menjalankan tugas.

Ia menilai penugasan di Aceh Tamiang menjadi kawah candradimuka bagi para praja untuk mendapatkan pengalaman langsung menghadapi berbagai persoalan di lapangan.

"Fisik diuji, nyali diuji, kesabaran diuji, kemampuan komunikasi juga diuji, kemampuan toleransi juga diuji," ujar Bima Arya.

Ia meyakini pengalaman tersebut akan menjadi bekal penting bagi para praja ketika kelak menjadi pemimpin di berbagai tingkatan pemerintahan.

Menurutnya, kebersamaan dengan masyarakat yang sedang bangkit dari bencana menjadi modal berharga bagi para praja dalam memahami kebutuhan masyarakat.

"Ingatlah bahwa memberikan kontribusi dan menjadi berarti adalah tugas utama kalian," kata Bima Arya.

Ribuan Personel Dikerahkan untuk Pemulihan

Bima Arya juga menyampaikan bahwa pengiriman praja IPDN ke Aceh Tamiang akan terus berlanjut sesuai arahan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian.

Pemerintah berencana mengirimkan Praja IPDN Gelombang III untuk melanjutkan proses pemulihan di wilayah tersebut.

Ia menyebut bahwa dalam waktu 67 hari sudah terlihat perubahan signifikan di Aceh Tamiang.

"Dalam waktu 67 hari kita bisa melihat bagaimana Aceh Tamiang berubah wajah dan denyut kesehariannya. Kantor pemerintahan kembali buka untuk melayani publik, roda perekonomian kembali bergerak, dan warga kembali lalu-lalang," ujar Bima Arya.

Dari dua gelombang penugasan yang telah dilakukan, Kementerian Dalam Negeri telah mengerahkan total 1.890 personel ke Aceh Tamiang.

Jumlah tersebut terdiri dari 1.582 praja IPDN dan sisanya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Kementerian Dalam Negeri.

Selama penugasan berlangsung, para personel berhasil membersihkan serta memulihkan 37 kantor pemerintahan.

Pada penugasan Gelombang II, kegiatan difokuskan pada pemulihan empat dusun yang terdampak lumpur.

Penulis :
Aditya Yohan