
Pantau - Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menilai serangan Israel terhadap Iran merupakan eskalasi serius yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan kawasan Timur Tengah serta berdampak luas terhadap tatanan geopolitik global.
Ia menyebut konflik terbuka antara dua kekuatan regional tersebut meningkatkan risiko konfrontasi yang lebih besar dan berpotensi menyeret aktor-aktor global lainnya.
"Eskalasi ini tidak hanya berdampak pada kawasan, tetapi juga bisa memperluas spektrum krisis secara global," ungkapnya.
Amelia meminta pemerintah Indonesia tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif yang mengedepankan penyelesaian damai melalui jalur diplomasi dan hukum internasional.
Indonesia juga diminta berperan aktif mendorong deeskalasi serta dialog guna mencegah konflik meluas.
Dampak Ekonomi dan Energi Global
Amelia mengingatkan bahwa dampak konflik terhadap Indonesia tidak dapat dipandang ringan terutama dari sisi ekonomi dan energi.
Ia menilai konflik berpotensi mengganggu distribusi energi global terutama melalui jalur strategis seperti Selat Hormuz.
Gangguan tersebut berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia.
Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tahun 2025 sekitar 30,39 persen kebutuhan minyak mentah untuk kilang BBM nasional masih diperoleh melalui impor.
"Kenaikan harga energi akan berimplikasi pada beban fiskal negara, tekanan inflasi, serta meningkatnya biaya produksi dan distribusi barang di dalam negeri," jelasnya.
Ia juga menyoroti potensi dampak terhadap stabilitas nilai tukar rupiah serta arus investasi akibat meningkatnya ketidakpastian global.
Pemerintah Diminta Siapkan Langkah Antisipasi
Dari sisi keamanan Amelia menilai situasi yang memanas di Timur Tengah berpotensi memicu polarisasi opini publik serta dinamika sosial domestik.
Kondisi tersebut dinilai perlu dikelola melalui komunikasi publik yang akurat dan terukur.
Ia mendorong pemerintah segera mengamankan rantai pasok energi nasional terutama jalur maritim Indonesia.
Pemerintah juga diminta memperkuat koordinasi lintas kementerian guna memastikan ketahanan energi nasional.
Ia menekankan pentingnya optimalisasi cadangan strategis energi serta diversifikasi sumber pasokan energi.
Amelia juga meminta pemerintah menyiapkan langkah kontinjensi yang jelas untuk perlindungan warga negara Indonesia di kawasan terdampak.
Langkah tersebut termasuk respons diplomatik yang cepat apabila situasi di kawasan memburuk.
Pada tingkat internasional ia mendorong Kementerian Luar Negeri mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa agar mengambil peran mediasi aktif.
"DK PBB memiliki mandat menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Karena itu, langkah diplomatik yang tegas dan kolektif menjadi krusial agar eskalasi tidak berkembang menjadi konflik regional yang lebih destruktif," tegasnya.
- Penulis :
- Shila Glorya








