
Pantau - Banjir bandang bercampur lahar dari Gunung Merapi yang melanda Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dilaporkan mulai surut sehingga operasi pencarian dan pertolongan korban yang hilang dapat kembali dilanjutkan.
Kepastian tersebut disampaikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan tim SAR menambah personel untuk mempercepat proses pencarian korban.
Selain penambahan personel, tim pencarian juga mendapatkan dukungan peralatan berat untuk membantu proses evakuasi di lokasi terdampak.
BNPB mengonfirmasi sementara terdapat dua orang warga yang dilaporkan hilang dan masih dalam proses pencarian oleh tim SAR.
Jumlah korban hilang diperkirakan masih dapat bertambah mengingat luasnya dampak banjir bandang bercampur lahar Gunung Merapi.
Dua Warga Meninggal Dunia
Abdul Muhari menjelaskan banjir lahar terjadi pada Selasa 3 Maret 2026 setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan puncak Gunung Merapi dan sekitarnya.
Hujan tersebut menyebabkan Sungai Senowo di Kecamatan Dukun meluap hingga memicu banjir lahar.
Dalam peristiwa tersebut dua warga dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus banjir lahar.
Kedua korban diketahui bernama Heru Setyawan berusia 25 tahun dan Arif Fuad Hasan berusia 26 tahun.
Jasad kedua korban ditemukan beberapa saat setelah kejadian oleh tim pencarian.
BNPB juga menerima laporan terdapat enam warga yang mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.
Para korban luka telah mendapatkan penanganan medis dari petugas kesehatan setempat.
Sejumlah Infrastruktur Rusak
Dari sisi kerusakan, BNPB mencatat satu unit truk terseret arus banjir lahar.
Selain itu satu jembatan dilaporkan terputus akibat derasnya aliran banjir.
Tiga jembatan lainnya juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Banjir lahar tersebut berdampak pada delapan kelurahan di Kabupaten Magelang.
Wilayah terdampak tersebar di Kecamatan Dukun, Kecamatan Sawangan, dan Kecamatan Mungkid.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







