Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Komisi VII DPR Dorong Relaksasi Kebijakan Industri Mamin untuk Hadapi Ketidakpastian Geopolitik Global

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Komisi VII DPR Dorong Relaksasi Kebijakan Industri Mamin untuk Hadapi Ketidakpastian Geopolitik Global
Foto: (Sumber : Anggota Komisi VII DPR RI, Erna Sari Dewi, saat Kunjungan Kerja Reses Komisi VII ke PT GarudaFood Putra-Putri Jaya, di Gresik, Jawa Timur, Kamis (5/3/2026). Foto: Rdn/Karisma.)

Pantau - Komisi VII DPR RI menilai perlu relaksasi kebijakan bagi industri makanan dan minuman (Mamin) untuk menjaga stabilitas produksi dan ekspor di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Industri Mamin diketahui memiliki kontribusi besar terhadap kinerja ekspor nasional Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik periode Januari–September 2025, tiga negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia adalah Tiongkok, Amerika Serikat, dan India dengan total kontribusi sekitar 41,81 persen dari ekspor nonmigas.

Ketegangan geopolitik global, termasuk konflik AS–Israel melawan Iran, berpotensi memengaruhi biaya produksi industri karena fluktuasi harga bahan baku dan gangguan rantai pasok.

Pernyataan tersebut disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI Erna Sari Dewi saat kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI ke PT GarudaFood Putra-Putri Jaya di Gresik, Jawa Timur.

Relaksasi Kebijakan untuk Jaga Ketahanan Industri Nasional

Komisi VII DPR RI menginventarisasi berbagai tantangan industri dalam menghadapi gejolak ekonomi global yang tidak menentu.

Pemerintah diharapkan dapat menerapkan kebijakan yang lebih fleksibel terkait pengadaan dan pasokan bahan baku industri makanan dan minuman.

Pelaku usaha juga disarankan melakukan diversifikasi produk, baik dari sisi desain, inovasi rasa, maupun pengembangan produk lainnya untuk menekan biaya produksi.

Diversifikasi produk dinilai dapat menjadi strategi untuk menghadapi kenaikan harga bahan baku akibat ketidakpastian global.

Komitmen Penguatan Sektor Industri dan Ekspor Nasional

Kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI ke PT GarudaFood Putra-Putri Jaya di Gresik bertujuan mengidentifikasi kebutuhan industri secara langsung.

Kebijakan relaksasi diharapkan mampu menjaga daya saing industri Mamin Indonesia di pasar global sekaligus mempertahankan kontribusi ekspor nasional.

Kunjungan tersebut juga dihadiri anggota Komisi VII DPR RI dari berbagai fraksi untuk memperkuat pembahasan sektor industri nasional.

Komisi VII DPR RI menegaskan akan terus mendorong kebijakan yang mendukung ketahanan industri dan stabilitas ekonomi nasional.

Penulis :
Ahmad Yusuf