
Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Timur memastikan keamanan produk pangan yang beredar di sejumlah pasar modern menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional Idul Fitri 2026 melalui pengawasan keamanan pangan terpadu yang dilakukan oleh petugas di berbagai lokasi perdagangan.
Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Jakarta Timur Taufik Yulianto mengatakan pengawasan dilakukan untuk memastikan produk pangan yang beredar aman dikonsumsi masyarakat saat permintaan pangan meningkat menjelang hari besar keagamaan.
"Pengawasan keamanan pangan terpadu ini dilakukan untuk memastikan produk pangan yang beredar di pasar modern aman dikonsumsi masyarakat, khususnya menjelang HBKN, ketika permintaan pangan biasanya meningkat," kata Taufik Yulianto.
Ia menambahkan kegiatan tersebut juga bertujuan melindungi masyarakat dari produk pangan yang mengandung zat berbahaya.
"Kita berupaya melindungi masyarakat dari pangan yang dijual bebas dari kandungan zat berbahaya yang tidak layak dikonsumsi," ujar Taufik Yulianto.
Pengujian Sampel Pangan di Lima Pasar Modern
Pengawasan keamanan pangan dilakukan setelah Sudin KPKP Jakarta Timur melaksanakan pemeriksaan terpadu pada Senin di lima pasar modern di wilayah Jakarta Timur.
Lima pasar modern yang menjadi lokasi pengawasan yaitu Lotte Grosir Pasar Rebo, Naga Swalayan Ciracas, Transmart Cijantung, Superindo Titanium Square, dan Hypermart Cibubur Junction.
Dalam kegiatan tersebut, petugas mengambil sampel dari berbagai komoditas pangan yang berasal dari sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
Komoditas yang diuji antara lain sayur-sayuran, buah-buahan, ikan, udang, bakso ikan, daging ayam, daging sapi, kikil, dan hati ampela.
Sampel pangan tersebut diuji menggunakan metode uji cepat untuk mendeteksi kemungkinan adanya kandungan bahan berbahaya.
"Jenis pengujian yang dilakukan meliputi residu pestisida pada produk pertanian serta formalin, boraks, klorin, dan bahan berbahaya lainnya pada produk pangan segar maupun olahan," jelas Taufik Yulianto.
Seluruh Sampel Dinyatakan Aman
Secara keseluruhan, petugas mengambil sebanyak 60 sampel pangan dari lima lokasi pasar modern yang terdiri dari 41 sampel komoditas pertanian, 15 sampel komoditas peternakan, dan 4 sampel komoditas perikanan.
Di Lotte Grosir Pasar Rebo, petugas mengambil 18 sampel yang terdiri dari 10 sampel pertanian, 4 sampel peternakan, dan 4 sampel perikanan dengan seluruh hasil pemeriksaan dinyatakan negatif dari kandungan bahan berbahaya.
Di Naga Swalayan Ciracas, petugas mengambil 13 sampel yang terdiri dari 9 sampel pertanian dan 4 sampel peternakan dan seluruhnya dinyatakan aman.
Di Superindo Titanium Square, petugas mengambil 12 sampel yang terdiri dari 9 sampel pertanian dan 3 sampel peternakan dengan seluruh hasil pengujian juga negatif dari zat berbahaya.
Di Transmart Cijantung, petugas mengambil 7 sampel yang terdiri dari 6 sampel pertanian dan 1 sampel peternakan dan seluruh sampel dinyatakan aman.
Di Hypermart Cibubur Junction, petugas mengambil 10 sampel yang terdiri dari 7 sampel pertanian dan 3 sampel peternakan dengan hasil pemeriksaan juga menunjukkan seluruh sampel negatif dari bahan berbahaya.
"Dari total 60 sampel yang diperiksa di lima pasar modern tersebut, seluruhnya menunjukkan hasil negatif dari kandungan bahan berbahaya sehingga tingkat keamanan pangan mencapai 100 persen aman," ucap Taufik Yulianto.
Pengawasan Dilakukan Secara Terpadu
Pengawasan keamanan pangan tersebut dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur lintas instansi.
Instansi yang terlibat antara lain Sudin KPKP Jakarta Timur, Dinas KPKP DKI Jakarta, Korwas PPNS Polda Metro Jaya, Bagian Perekonomian Wali Kota Jakarta Timur, serta unsur Kecamatan Ciracas.
Selain itu sejumlah Unit Kerja Perangkat Daerah juga dilibatkan seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan, Pusat Pelatihan Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Dinas Lingkungan Hidup.
Petugas juga memberikan edukasi kepada pengelola pasar dan pelaku usaha terkait pentingnya menjaga kualitas dan keamanan produk pangan.
"Dengan adanya pengawasan ini, diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir saat berbelanja kebutuhan pangan menjelang HBKN karena produk yang beredar telah melalui proses pengawasan dan dinyatakan aman," ungkap Taufik Yulianto.
Pengawasan pangan akan terus dilakukan secara berkala terutama menjelang hari besar keagamaan ketika aktivitas perdagangan pangan meningkat.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan produk pangan yang aman, sehat, dan layak konsumsi.
- Penulis :
- Aditya Yohan







