Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Wamendagri Minta Pemda Percepat Penanggulangan TBC di Jawa Barat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Wamendagri Minta Pemda Percepat Penanggulangan TBC di Jawa Barat
Foto: (Sumber : Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus. ANTARA/HO-Kemendagri.)

Pantau - Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus meminta pemerintah daerah mempercepat penanggulangan tuberkulosis atau TBC terutama di sejumlah wilayah di Jawa Barat yang masih mencatat angka kasus tinggi.

Menurut Wiyagus penanganan TBC merupakan bagian dari urusan pemerintahan wajib yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat.

Ia menegaskan karena itu upaya pengendalian penyakit tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Pemerintah daerah juga akan didukung melalui penguatan perencanaan serta penganggaran daerah untuk mempercepat penanganan kasus.

Wiyagus mengatakan, "Tuberculosis ini salah satu ya boleh dikatakan endemik yang memang harus mendapat perhatian khusus."

Pernyataan tersebut disampaikan setelah kegiatan Penguatan Komitmen dan Aksi Nyata dalam Upaya Percepatan Eliminasi TBC yang berlangsung di Gedung Mohamad Toha Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Pentingnya Keterbukaan Data Kasus

Wiyagus juga menekankan pentingnya keterbukaan data terkait jumlah kasus TBC di daerah.

Keterbukaan data dinilai penting agar strategi penanganan dapat dirumuskan secara lebih tepat dan efektif.

Ia meminta pemerintah daerah tidak ragu menyampaikan kondisi sebenarnya yang terjadi di lapangan.

Wiyagus mengatakan, "Kita jangan malu untuk mengekspos data yang sesungguhnya sekalipun itu besar dari segi angka, justru di sinilah nanti kita akan menentukan strategi yang tepat penanganannya."

Kolaborasi Lintas Sektor Diperlukan

Selain itu Wiyagus menekankan pentingnya kolaborasi dari tingkat kabupaten hingga desa dalam upaya percepatan penanganan TBC.

Peran camat, kepala desa, hingga kader masyarakat dinilai sangat penting untuk menjangkau masyarakat secara langsung.

Ia juga menyoroti berbagai faktor risiko yang memengaruhi penyebaran TBC seperti kepadatan hunian, ventilasi rumah yang kurang baik, tingkat kemiskinan, serta kondisi sanitasi yang tidak layak.

Karena itu penanggulangan TBC membutuhkan kerja sama lintas sektor agar upaya penanganan dapat berjalan lebih efektif.

Wiyagus mengatakan, "Penanganan TBC yang terintegrasi diharapkan dapat menekan angka kasus sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sebagai bagian dari penguatan sumber daya nasional."

Penulis :
Ahmad Yusuf