
Pantau - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, berhasil meningkatkan kenyamanan kegiatan belajar mengajar sehingga membangkitkan semangat belajar siswa dan guru.
Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti dalam keterangan tertulis di Jakarta pada Rabu.
Revitalisasi 726 Sekolah di Aceh
Pada tahun 2025, program revitalisasi satuan pendidikan di Provinsi Aceh telah menjangkau 726 sekolah atau satuan pendidikan dari berbagai jenjang.
Total anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut mencapai sekitar Rp688,2 miliar.
Program revitalisasi mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar dan menengah, hingga pendidikan nonformal.
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pembangunan sarana dan prasarana pendidikan melalui program revitalisasi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik.
Ia menyebut revitalisasi merupakan bagian dari upaya strategis untuk menjadikan pendidikan sebagai sarana membangun generasi Indonesia yang hebat melalui pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan.
“Membangun gedung tidaklah sekadar mendirikan tembok yang tinggi, tetapi membangun fondasi yang kokoh dalam rangka membangun anak-anak Indonesia yang cerdas dan berkarakter,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti juga berpesan kepada seluruh penerima manfaat program revitalisasi agar fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan serta dirawat dengan baik.
Ia menegaskan bahwa sarana pendidikan yang dibangun melalui program revitalisasi merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa.
Dampak Revitalisasi di Sekolah
Pelaksana Tugas Kepala SMP Negeri 1 Peusangan Selatan, Leni, mengatakan program revitalisasi memberikan dampak signifikan terhadap kenyamanan dan keamanan proses pembelajaran di sekolahnya.
Ia menjelaskan kondisi ruang kelas yang sebelumnya kurang layak kini telah jauh lebih baik sehingga siswa dapat belajar dengan lebih fokus dan nyaman.
“Siswa dapat belajar dengan lebih fokus, mendorong motivasi dan semangat belajarnya karena ruang kelas tidak lagi bocor, plafon yang layak, pintu dan jendela yang kokoh, serta fasilitas perpustakaan dan laboratorium komputer yang lebih baik sehingga siswa betah untuk menambah ilmu pengetahuan dan teknologinya,” kata Leni.
Leni menambahkan revitalisasi juga memberikan dampak positif bagi para guru karena kini tersedia ruang kerja yang lebih memadai dan kondusif.
Dengan fasilitas yang lebih baik, guru dapat melakukan perencanaan pembelajaran, berdiskusi dengan rekan sejawat, serta mengelola administrasi pembelajaran secara lebih tertata.
“Hal ini membuat guru lebih fokus dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik dan pengajar sehingga dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kelas,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Kepala SMA Negeri 3 Samalanga, Ira Novita.
Ia mengatakan program revitalisasi sangat membantu sekolahnya karena fasilitas yang dibangun sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Ira Novita mencontohkan pembangunan ruang administrasi baru di sekolahnya yang memungkinkan laboratorium IPA dimanfaatkan secara maksimal oleh siswa.
“Dengan adanya ruang administrasi baru, siswa jadi bisa memanfaatkan laboratorium IPA dengan maksimal untuk pembelajaran, karena sebelumnya harus berbagi dengan ruang administrasi,” kata Ira Novita.
- Penulis :
- Shila Glorya







