Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Nyoman Parta Sebut Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Alarm Serius bagi Demokrasi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Nyoman Parta Sebut Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Alarm Serius bagi Demokrasi
Foto: (Sumber : Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI I Nyoman Parta saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Kamis (13/11/2025). (ANTARA/Farhan Arda Nugraha))

Pantau - Anggota Komisi III DPR RI I Nyoman Parta menyebut serangan air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus sebagai alarm serius bagi perlindungan pembela hak asasi manusia dan ruang demokrasi di Indonesia.

Ia menilai peristiwa tersebut tidak dapat dipandang sebagai tindak kriminal biasa karena berkaitan dengan upaya perlindungan terhadap para pembela HAM.

"Serangan terhadap aktivis HAM adalah serangan terhadap prinsip dasar negara hukum. Pembela HAM menjalankan fungsi penting dalam menjaga akuntabilitas kekuasaan dan melindungi hak warga negara," ujar I Nyoman Parta.

Sebagai legislator yang membidangi urusan penegakan hukum, ia menegaskan aparat penegak hukum harus menjadikan kasus tersebut sebagai prioritas penanganan.

Ia menekankan bahwa negara memiliki kewajiban memastikan para pembela HAM dapat bekerja tanpa ancaman kekerasan.

"Negara wajib memastikan mereka dapat bekerja tanpa ancaman kekerasan," katanya.

DPR Minta Penyelidikan Dilakukan Secara Transparan

I Nyoman Parta meminta agar penyelidikan kasus tersebut dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Ia juga menegaskan bahwa penyelidikan harus mampu mengungkap motif serta kemungkinan aktor di balik serangan yang terjadi pada Kamis malam tersebut.

"Kasus ini harus diusut sampai ke akar-akarnya. Tidak cukup hanya menemukan pelaku lapangan. Jika ada pihak lain yang menjadi dalang, maka itu juga harus diungkap demi kepastian hukum dan keadilan," ujarnya.

Menurutnya pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa kekerasan terhadap aktivis sering menimbulkan pertanyaan publik apabila proses penegakan hukum tidak berjalan secara terbuka dan tuntas.

Ingatkan Sejarah Kekerasan terhadap Aktivis

Nyoman Parta juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki pengalaman pahit terkait kekerasan terhadap aktivis dan penegak hukum.

Publik masih mengingat sejumlah kasus yang menimbulkan luka kolektif seperti pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib, kasus buruh Marsinah, serta serangan air keras terhadap mantan penyidik KPK Novel Baswedan.

"Sejarah menunjukkan bahwa kekerasan terhadap mereka yang memperjuangkan keadilan selalu menimbulkan dampak besar terhadap kepercayaan publik. Kita tidak boleh membiarkan praktik-praktik seperti ini terulang," katanya.

Menurutnya jika kasus semacam ini tidak ditangani secara serius maka dampaknya dapat meluas.

Dampak tersebut antara lain berupa efek intimidasi terhadap masyarakat sipil serta mempersempit ruang kritik publik.

Selain itu kejadian tersebut juga berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

Ia juga menilai peristiwa seperti ini dapat mempengaruhi reputasi Indonesia sebagai negara demokrasi yang menghormati kebebasan sipil.

"Indonesia dikenal sebagai demokrasi besar di kawasan. Karena itu, perlindungan terhadap pembela HAM harus menjadi komitmen nyata negara," ujar Nyoman Parta.

Kronologi Serangan terhadap Aktivis KontraS

Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus diketahui menjadi korban penyerangan oleh orang tidak dikenal yang menyiramkan air keras.

Serangan tersebut menyebabkan korban mengalami luka pada bagian tangan dan kaki serta gangguan pada penglihatan.

Peristiwa tersebut terjadi setelah Andrie Yunus selesai melakukan rekaman siniar di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia.

Rekaman tersebut membahas topik militerisme dan uji materi Undang-Undang TNI.

Berdasarkan informasi awal sekitar pukul 23.37 WIB korban sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat.

Dua orang pelaku yang menggunakan sepeda motor kemudian mendekati korban dan menyiramkan air keras sebelum melarikan diri.

Akibat serangan tersebut korban mengalami luka bakar pada sekitar 24 persen bagian tubuh.

Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis darurat terutama pada bagian mata yang terkena cairan tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf