
Pantau - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali menilai stimulus pemerintah berupa diskon tiket transportasi hingga 30 persen menjadi dorongan penting bagi sektor pariwisata Bali yang sedang memasuki periode musim sepi kunjungan atau low season.
Kepala BI Bali Erwin Soeriadimadja mengatakan pelaku usaha ritel masih memiliki optimisme terhadap kinerja usaha di masa depan meskipun terjadi penurunan akibat faktor musiman.
"Meski terjadi efek penurunan akibat faktor musiman, pelaku usaha masih memiliki optimisme kinerja ritel di masa depan," ujarnya.
Optimisme tersebut didasarkan pada hasil survei Bank Indonesia terhadap 100 pelaku usaha atau penjual eceran di Kota Denpasar.
Survei tersebut menunjukkan Indeks Penjualan Riil (IPR) sebesar 124,3 atau tumbuh 6,4 persen secara tahunan.
Terdapat lima subsektor yang menjadi pembentuk indeks penjualan riil tersebut.
Kelima subsektor tersebut meliputi peralatan informasi dan komunikasi, sandang, suku cadang dan aksesori, bahan bakar kendaraan bermotor, serta makanan, minuman, dan tembakau.
Penurunan Wisatawan Dipengaruhi Musim Mudik
Berdasarkan hasil survei, periode puasa dan Lebaran membuat wisatawan domestik lebih memilih pulang ke kampung halaman dibandingkan berlibur ke Bali.
Data pengelola bandara Angkasa Pura menunjukkan terjadi penurunan jumlah wisatawan domestik sebesar 15 persen secara bulanan.
Penurunan tersebut dipengaruhi oleh periode Ramadhan serta musim mudik yang berdampak pada laju kunjungan wisatawan domestik ke Bali.
Selain itu masyarakat Bali juga cenderung menahan pengeluaran karena mempersiapkan dana untuk hari besar keagamaan pada Maret.
Pada bulan tersebut terdapat dua hari besar keagamaan yang jatuh berdekatan yaitu Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri.
Diskon Transportasi Diharapkan Dorong Ekonomi
Sejumlah stimulus diharapkan dapat membantu mendorong aktivitas ekonomi dan dunia usaha di Bali.
Dari sisi moneter Bank Indonesia masih mempertahankan suku bunga acuan pada Februari 2026 sebesar 4,75 persen.
Dari sisi fiskal pemerintah memberikan insentif berupa promo tiket kapal laut dan pesawat untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Diskon tiket transportasi diberikan hingga 30 persen untuk beberapa moda seperti kereta api, kapal laut, dan jalan tol.
Untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi diberikan potongan harga sebesar 17 hingga 18 persen.
Sementara itu jasa kepelabuhanan penyeberangan digratiskan sepenuhnya.
Program diskon tersebut berlaku dalam periode tertentu untuk membantu mengurai kepadatan penumpang.
Diskon tiket kereta api berlaku pada 14 hingga 29 Maret.
Diskon angkutan laut berlaku untuk keberangkatan pada 11 Maret hingga 5 April.
Diskon angkutan udara berlaku pada 14 hingga 29 Maret.
Di sisi lain hasil survei juga menunjukkan Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) untuk tiga hingga enam bulan mendatang diperkirakan tetap dalam kondisi positif.
Rinciannya indeks ekspektasi penjualan pada Maret sebesar 126, April mencapai 170, serta Juni hingga Juli yang masing-masing berada pada angka 184.
Nilai indeks di atas 100 menunjukkan adanya optimisme pelaku usaha terhadap prospek bisnis ke depan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








