
Pantau - Dinas Sosial Kabupaten Malang mulai melakukan pemetaan data calon pelajar yang akan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2026/2027.
Pemetaan tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi anak-anak yang berpotensi menjadi siswa Sekolah Rakyat di wilayah Kabupaten Malang.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang Pantjaningsih Sri Redjeki menjelaskan bahwa pendataan dilakukan dengan mencocokkan data anak tidak sekolah dengan data keluarga yang masuk dalam kelompok desil satu dan dua.
"Untuk persiapan calon siswa Sekolah Rakyat tahun ajaran baru 2026/2027, kami sudah mulai melakukan pemetaan. Pemetaan ini berkaitan dengan desil satu sampai dua," ungkapnya.
Prioritaskan Anak dari Keluarga Desil Terendah
Pantjaningsih menjelaskan bahwa anak-anak yang berasal dari keluarga yang tercatat dalam kelompok desil satu dan dua akan menjadi prioritas untuk menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
Kelompok desil satu dan dua menggambarkan kondisi kesejahteraan masyarakat pada tingkat paling bawah atau kelompok masyarakat dengan tingkat ekonomi terendah.
Ia menyebutkan bahwa proses pemetaan calon pelajar berpedoman pada data dalam sistem informasi kesejahteraan sosial next generation atau SIKS-NG.
Data tersebut telah terintegrasi dengan data terpadu sosial ekonomi nasional atau DTSEN.
Melalui proses tersebut, pemerintah daerah dapat mengidentifikasi jumlah anak putus sekolah yang berasal dari keluarga tidak mampu.
Tercatat jumlah penduduk Kabupaten Malang yang masuk dalam kelompok desil satu dan dua mencapai 541.493 jiwa.
Dari jumlah tersebut sekitar 24 persen atau sekitar 130.221 anak berada pada usia sekolah.
Berdasarkan data sementara terdapat sekitar 19.335 anak di Kabupaten Malang yang tercatat berstatus putus sekolah.
Data tersebut masih dalam proses pemutakhiran karena sebagian nomor induk kependudukan masih dalam tahap verifikasi dan belum sepenuhnya dilakukan pengecekan di lapangan.
"Jika masuk dalam kelompok tersebut dan masih dalam usia sekolah, maka mereka akan diprioritaskan menjadi calon siswa Sekolah Rakyat," katanya.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Bantur Masih Berlangsung
Selain pendataan calon pelajar, pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur juga masih dalam proses pembangunan.
Fasilitas pendidikan tersebut ditargetkan dapat selesai pada pertengahan tahun 2026.
"Untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Srigonco masih proses. Targetnya selesai Juli 2026," jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa belum dapat dipastikan apakah setelah pembangunan selesai sekolah tersebut langsung digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Keputusan terkait operasional Sekolah Rakyat tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat.
- Penulis :
- Gerry Eka







