
Pantau - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah mempercepat penyelesaian proyek gas bumi Lapangan Abadi di Blok Masela, Maluku, setelah tercapai kesepakatan investasi sebesar 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp339 triliun.
Bahlil menyatakan pemerintah serius memastikan proyek Abadi Masela dapat berjalan setelah tertunda selama puluhan tahun.
Ia menegaskan pemerintah ingin memastikan proyek tersebut benar-benar terealisasi dan tidak kembali mengalami penundaan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan CEO INPEX Corporation Takayuki Ueda di Tokyo, Jepang.
Dalam pertemuan itu Bahlil menekankan agar proyek gas besar di Laut Arafura segera memasuki tahap keputusan investasi akhir.
Pemerintah menilai proyek Masela memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi baru di kawasan Indonesia bagian timur.
Selain itu proyek tersebut juga diharapkan menjadi sumber pasokan gas yang signifikan bagi industri nasional di masa depan.
Target FEED dan Tender EPC Dipercepat
Bahlil menyampaikan bahwa progres pembangunan proyek saat ini telah mencapai sekitar 25 persen.
Ia berharap tahapan front end engineering and design atau FEED dapat dimajukan pada kuartal kedua atau paling lambat kuartal ketiga tahun ini.
Percepatan tahap FEED diharapkan memungkinkan proses tender engineering procurement and construction atau EPC dilakukan secara paralel.
"Kami berkeinginan ini bisa cepat supaya jangan diulur-ulur lagi. Ini sudah 27 tahun, masa kita mau tunggu sampai usia saya 60 tahun, baru jadi. Apalagi itu kampung Ibu saya. Jadi, saya pikir bisa tahun ini kita tender EPC," kata Bahlil.
Untuk memastikan target FEED tercapai Bahlil juga menawarkan kepada INPEX agar produksi Lapangan Abadi dibeli oleh Danantara apabila hingga akhir April 2026 belum ada pembeli yang serius.
Produksi Lapangan Abadi diproyeksikan mencapai sekitar 9 juta ton per tahun.
"Supaya ada kepastian buyer. Saya menghargai buyer luar negeri, tapi pada saat sekarang, negara Indonesia harus hadir, untuk bersama-sama dengan INPEX dalam rangka memastikan operasi. Jadi, kami Danantara saja yang beli," ujarnya.
INPEX Tegaskan Komitmen Percepat Proyek
Menanggapi hal tersebut CEO INPEX Takayuki Ueda menyatakan komitmen perusahaannya untuk mempercepat realisasi proyek Abadi Masela.
"Terima kasih banyak, Pak Menteri, untuk kemurahan hati dan komitmennya mendukung proyek ini. Karena ini bukan hanya isu saya pribadi, tapi segera kami, jajaran INPEX juga memiliki komitmen untuk mempercepat realisasi Abadi, termasuk saya ini sudah 12 tahun mengerjakan Abadi," kata Ueda.
Ia juga menegaskan perusahaan semakin termotivasi mempercepat penyelesaian proyek setelah berdiskusi dengan pemerintah Indonesia.
"Bukan hanya Pak Menteri, tetapi kami juga memiliki komitmen yang sama untuk segera mengerjakan Abadi. Dan setelah berdiskusi dengan Pak Menteri, kami semakin semangat lagi untuk mempercepat penyelesaian proyek Abadi ini," ujarnya.
Dari sisi administrasi proyek ini juga menunjukkan kemajuan dengan terbitnya sejumlah perizinan penting pada awal 2026.
Persetujuan lingkungan melalui dokumen analisis mengenai dampak lingkungan telah diterbitkan pada 13 Februari 2026.
Sebelumnya persetujuan pelepasan kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan juga telah diterbitkan pada Januari 2026.
Dukungan berbagai kementerian menunjukkan sinergi pemerintah dalam menjaga agar investasi besar tersebut berjalan sesuai rencana.
Menteri ESDM juga kembali mengingatkan INPEX untuk konsisten memenuhi target yang telah disepakati.
Dengan percepatan birokrasi dan komitmen investasi besar tersebut pemerintah optimistis pembangunan pusat energi hijau di kawasan Laut Arafura dapat segera terwujud.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








